Usai Nonton BF, Irul Tak Terkendali

Kompas.com - 20/12/2008, 12:20 WIB

SIDOARJO — Gara-gara suka nonton film porno alias blue film (BF) di warnet, Fatchur Rozi alias Irul (18) tak tahan. Pemuda asal Brebek, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, itu, Jumat (19/12), ditangkap polisi dengan sangkaan memerkosa Pr (16). Tersangka diringkus setelah polisi menerima laporan orangtua Pr.

Kepada polisi, ayah Pr mengatakan, tersangka telah melarikan anaknya selama lima hari. Selama itu pula korban yang juga siswi kelas IX SMP di Sedati itu diperkosa dan tidak dapat dihubungi.

Kepala Polsek Sedati Ajun Komisaris Sugianto menjelaskan, korban meninggalkan rumah setelah berkenalan dengan Irul, 10 Desember 2008. Sepulang sekolah, 11 Desember 2008, korban dijemput Irul untuk diajak jalan-jalan ke Pantai Ria Kenjeran, Plaza Surabaya, dan beberapa tempat lain, dan tidak pulang hingga 15 Desember 2008.

Irul mengajak Pr menginap di rumah Elly, teman Irul di Kwangsan, Sedati, Sidoarjo. Di rumah itu, mereka menginap dua hari. Selama itu, korban beberapa kali dibujuk untuk minum minuman keras, lalu diperkosa berkali-kali. Korban sempat menolak, tetapi dibujuk rayu hingga luluh.

Tak kuat menahan kelakuan tersangka, pada 15 Desember 2008, korban mengontak ayahnya via SMS. Ayah korban kaget bukan kepalang saat melihat putrinya dalam kondisi lusuh tak keruan. Korban menceritakan perbuatan busuk tersangka. Ayah korban melapor ke polisi, Rabu (17/12).

Kepada polisi, Irul mengaku nekat berbuat seperti itu karena sering ke warnet melihat adegan porno. Biasanya, dia datang ke warnet hanya untuk download gambar dan film porno di beberapa situs web. “Karena terlalu sering, akhirnya aku pengen mencoba,” tutur Irul. (mif)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau