Katedral Notre Dame Mulai Dipadati Wisatawan

Kompas.com - 22/12/2008, 17:25 WIB

Laporan Wartawan Tribun Batam, Yon Daryono dari Paris

PARIS, SENIN — Beberapa hari menjelang perayaan Hari Natal, gereja-gereja di Paris, Perancis, dipadati jemaah dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Gereja Katedral Notre Dame yang terletak di samping Sungai Seine, Paris, dan Gereja Sacre C Ceur seakan menjadi pilihan utama para jemaah dan wisatawan yang berkunjung ke negeri romantis ini.

Di Katedral Notre Dame, juga diadakan acara kebaktian yang bisa diikuti oleh seluruh wisatawan yang datang dari berbagai suku bangsa. Sementara suasana khusyuk terlihat sangat jelas di dalam katedral yang dihiasi mozaik dan lukisan kaca mengenai perjalanan hidup Bunda Maria dan Yesus Kristus.

Melalui pintu masuk di bagian depan yang bergaya Gothic, para wisatawan langsung dapat melihat para jemaah yang tengah berdoa. Sementara bagi wisatawan yang ingin melihat-lihat keindahan ornamen di Katedral Notre Dame, mereka bisa mengelilingi ruangan melawan arah jarum jam sampai ke pintu keluar berikutnya.

Katedral Notre Dame awalnya dibangun oleh seorang Bishop di Paris, Maurice de Sully, karena melihat semakin banyaknya jumlah jemaah di Paris. Pembangunan Katedral Notre Dame telah didedikasikan oleh Maurice de Sully untuk Bunda Maria.

Konstruksi awal dibangun pada tahun 1163 dan baru selesai pembangunannya setelah memakan waktu 180 tahun berikutnya. Tempat ini juga menjadi saksi mata Revolusi Perancis, dan menjadi tempat berdoa bagi para kaisar Perancis sebelum maju ke medan perang. Termasuk di antara mereka adalah Napoleon Bonaparte. “Setiap sudut dan batu yang digunakan untuk membangun Katedral Notre Dame tidak hanya jadi sejarah bagi Perancis, tetapi juga bagian sejarah ilmu pengetahuan dan seni. Ini menunjukkan keunggulan arsitektur pada masanya,” tulis Victor Hugo, seniman kenamaan yang hidup pada abad ke-19.

Selain Katedral Notre Dame, Gereja Sacre C Ceur juga dipadati para jemaah menjelang perayaan Natal kali ini. Gereja bergaya Romano-Byzantine ini dibangun pada tahun 1875 setelah berakhirnya perang Perancis dan Prusia 1870. Pembangunan Gereja Sacre C Ceur yang berada di atas bukit ini baru selesai pada tahun 1914.

Selain memiliki mozaik di dalam ruangan yang bernilai seni tinggi, gereja ini juga memiliki keunikan karena mempunyai lonceng terberat di dunia yakni 19 ton. Kini Katedral Notre Dame dan Gereja Sacre C Ceur tidak saja menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga manjadi ikon wisata yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat dunia yang berbeda-beda keyakinan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau