Petani Kesulitan Pupuk, Nelayan Kesulitan BBM

Kompas.com - 23/12/2008, 15:14 WIB

GRESIK, SELASA — Saat ini petani di Gresik mengeluhkan kelangkaan pupuk pada saat musim tanam. Adapun masyarakat dan nelayan mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah pascakonversi energi dari minyak tanah ke elpiji. Keluhan itu disampaikan dalam audiensi Pemerintah Kabupaten Gresik dengan 210 tokoh masyarakat, pimpinan organisasi sosial dan organisasi kemasyarakatan se-Kabupaten Gresik Selasa (23/12).

Menjawab keluhan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Husnul Khuluq didampingi Kepala Subdinas Tanaman Pangan Gresik, Agus Djoko Waluyo mengatakan pada musim tanam 2008, petani Gresik mendapat jatah tambahan pupuk sebanyak 2.000 ton Pupuk Kaltim Cap Daun dari pemerintah. Dengan tambahan pupuk tersebut, berarti jatah pupuk bersubsidi pada musim tanam bulan Desember 2008 sebanyak 250 kilogram per hektar, kata Khuluq, menjawab keluhan petani asal Kecamatan Panceng.

Mujib, warga Ujungpangkah, mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak pascakonversi energi minyak tanah ke elpiji. Kami masyarakat Nelayan Ujungpangkah merasa kesulitan mendapatkan minyak tanah untuk mesin kapal dan diesel. Kalau untuk masak, kami bisa mengg unakan elpiji. "Tetapi bagaimana dengan mesin diesel kapal kami yang sudah terbiasa menggunakan minyak tanah. Kami tidak mungkin menggantinya dengan elpiji," katanya.

Khuluq mengatakan, soal minyak tanah, Bupati Gresik sudah mengirim surat ke pihak yang berwenang agar masih menyediakan minyak tanah pada agen-agen di Gresik untuk membantu nelayan dan petani.

Sebagian besar peserta dialog juga mengeluhkan jaminan kesehatan dan biaya pendidikan. Sementara para veteran mengeluhkan kantor tidak layak dan jadi sarang ular, sedangkan petambak mengeluhkan udang mati. "Dengan dialog seperti ini ibarat kami melakukan general check up di rumah sakit. Anda semua sebagai dokternya dan kami ingin tahu penyakitnya agar segera bisa diobati," ujar Khuluq.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau