Libur Panjang, Nagreg Macet

Kompas.com - 25/12/2008, 14:24 WIB

BANDUNG, KAMIS — Peningkatan jumlah kendaraan yang melintas pada hari pertama libur panjang akhir tahun menyebabkan kemacetan di jalur Nagreg wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pada hari Kamis (25/12), peningkatan arus kendaraan terutama dari Kota Bandung menuju Tasikmalaya dan Kabupaten Garut itu menyebabkan kemacetan cukup panjang pada jalur yang digunakan sebagai pintu keluar dari kawasan Bandung itu.

Antrean kendaraan tampak meng-ular sekitar lima kilometer mulai dari kawasan Parakanmuncang Cicalengka-Nagrog hingga kawasan Pamucatan Nagreg. Sementara itu, arus lalu lintas dari arah Tasikmalaya dan Garut menuju Bandung lancar meski hanya menggunakan satu jalur.

Kondisi cuaca di kawasan jalur Nagreg sejak Kamis diguyur hujan deras dan kemacetan terjadi mulai sekitar pukul 07.30, dan rata-rata kendaraan yang melintas adalah kendaraan keluarga yang hendak mudik ke kawasan timur untuk memanfaatkan liburan Natal dan Tahun Baru 2009.

Perjalanan dari Parakanmuncang hingga Nagreg yang biasanya hanya dilintasi dalam lima menit sejak pagi hari terpaksa dilintasi lebih dari 1,5 jam.

Selain akibat volume kendaraan yang melintas meningkat signifikan, kemacetan juga disebabkan keberadaan "bottle neck" di kawasan pelintasan pintu KA Pamucatan Nagreg.
    
Kecelakaan sebuah truk tronton di kawasan Jalan Cagak Nagreg juga berandil mengakibatkan antrean kendaraan di kawasan tanjakan Nagreg karena mengambil satu jalur jalan raya.

Sekitar pukul 12.00, Kamis, truk itu berhasil dievakuasi dan jalur normal lagi. Namun, kemacetan dari arah Bandung tetap berlangsung karena tingginya volume kendaraan dari arah barat.

Untuk mengurangi dampak kemacetan, jajaran Polwil Priangan dan Polres Bandung yang melakukan pengamanan di jalur Nagreg juga mengoperasikan jalan baru Cikaledong, Nagreg, untuk arus kendaraan dari arah Tasikmalaya dan mengalirkan arus menuju Garut.

Sementara itu, angkutan umum bus dan elf (minibus) khususnya jurusan ke jurusan timur rata-rata penuh penumpang.

Liburan

Peningkatan arus lalu lintas liburan Natal dan Tahun Baru juga terjadi di ruas jalan di Kota Bandung dan Tol Purbaleunyi, baik yang keluar dari Pasteur maupun Cileunyi.

Selain mudik ke jurusan timur, arus lalu lintas liburan Natal ke kawasan FO di Kota Bandung juga meningkat signifikan sehingga terjadi antrean di Pintu Tol Pasteur.

Kemacetan juga terjadi di kawasan jalur yang mengakses ke kawasan wisata di Bandung Utara, seperti Jalan Cipaganti dan Jalan Setiabudi, Bandung, menuju Lembang.

Jajaran Polwiltabes Bandung sejak pagi hari telah melakukan pengawalan dan pengamanan di jalur-jalur wisata di Kota Bandung terutama di kawasan Jalan Dago, Jembatan Paspati, RE Martadinata serta kawasan Kebon Binatang Bandung.

Sementara itu, jalur wisata di Kabupaten Bandung, seperti Pangalengan dan Ciwidey, juga mengalami peningkatan volume kendaraan wisata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau