JK Simbol Kegagalan?

Kompas.com - 26/12/2008, 16:19 WIB

JAKARTA, JUMAT - Survei Lembaga Survei Nasional (LSN) menyimpulkan bahwa persepsi buruk yang diberikan publik terhadap kinerja pemerintahan SBY-JK menimpakan JK sebagai simbol kegagalan di bidang ekonomi.

Saat ditanya apa yang menjadi parameter kegagalan pemerintah yang disimbolkan kepada JK, Direktur Eksekutif LSN, Umar S. Bakry mengatakan, kegagalan di bidang ekonomi lebih ditimpakan kepada JK, bukan SBY sebagai pucuk tertinggi pemerintahan. Bagaimana kesimpulan itu didapatkan?

"Ini lebih ke suka tidak suka. Saat kita tanya bagaimana penilaian atas kinerja SBY-JK di bidang ekonomi, publik mengatakan pemerintah gagal. Tapi, publik masih menyatakan suka kepada SBY dan ditunjukkan dengan elektabilitasnya tinggi. Sedangkan tingkat elektabilitas JK rendah. Sehingga kami simpulkan, penilaian kegagalan ditimpakan kepada JK bukan SBY," kata Umar dalam jumpa pers hasil survei LSN, di Jakarta, Jumat (26/12).

"Publik mungkin masih ingat pembagian tugas SBY-JK saat terpilih bahwa bidang ekonomi itu dikerjakan oleh JK. Sehingga, ketika ekonomi terpuruk, ya tanggung jawabnya ada di JK," lanjut dia.

Indikator memburuknya ekonomi, menurut survei LSN, 39,9 persen responden menyatakan keadaan lebih buruk, 29,8 persen merasakan tak ada perubahan dan hanya 22,4 persen menyatakan kondisi ekonomi lebih baik dari tahun lalu. "Fakta di atas mengindikasikan bahwa publik mempersepsikan kondisi ekonomi nasional tahun 2008 lebih buruk dari masa sebelumnya," ujar Umar.

Sebanyak 63,4 persen menilai SBY-JK gagal dalam mengendalikan harga sembako, 65,3 persen menyatakan pemerintah gagal menciptakan kesempatan kerja, dinilai gagal oleh 59,2 persen responden dalam mengatasi masalah kemiskinan dan 64 persen menilai pemerintah gagal dalam mensejahterakan ekonomi rakyat.

Saat ditanya apa yang mendesak dilakukan pemerintah, responden menjawab diantaranya perbaikan di bidang ekonomi (73,7 persen), pemberantasan korupsi (11,5 persen), masalah kemiskinan (4,1 persen) dan penegakan hukum (2,8 persen).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau