SEMARANG, MINGGU - Partai Bintang Reformasi (PBR) tidak akan masuk dalam poros tengah jilid II. Hal tersebut dikatakan Ketua Umum PBR Bursah Zarnubi dalam rangkaian road show Jawa-Bali-NTT, di Semarang, Minggu (28/12).
Bursah mengatakan, partainya tidak akan memasuki koalisi simbolik karena biasanya berujung pada tidak adanya pemenuhan sejumlah program yang sebelumnya diusung sehingga berakhir pada penghukuman dari rakyat kepada pemimpin.
"Kami punya jalan sendiri," katanya. Ia menjelaskan, PBR akan memilih jalan konvensi untuk menentukan calon presiden. Bursah menambahkan, jika akhirnya PBR tidak memenuhi syarat untuk mengusung calon presiden, maka tentu akan menempuh koalisi.
Sayangnya, konvensi sampai sekarang belum bisa dilakukan karena syarat minimal pelaksanaan konvensi dua calon belum terpenuhi. "Saat ini calon yang mendaftarkan diri ikut konvensi baru satu, yakni Rizal Ramli. Jadi kita tunggu saja calon berikutnya," katanya.
Ide pembentukan poros tengah jilid II dilontarkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Ia mengusulkan agar parpol Islam atau parpol berbasis massa Islam membentuk koalisi strategis menjadi poros tengah untuk menyatukan suara umat Islam. Menurut Din, koalisi strategis ini dibutuhkan menjelang pilpres karena idealmya parpol Islam dan parpol berbasis massa Islam tampil dengan calon tunggal untuk capres dan atau cawapres.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang