Polres Bandung Antisipasi Arus Balik Usai Liburan

Kompas.com - 02/01/2009, 16:47 WIB

BANDUNG, JUMAT — Kepolisian Resor Bandung tetap menyiagakan personelnya untuk pengamanan di Jalur Nagreg untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan setelah masa liburan panjang usai. Jalur Nagreg menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Tasikmalaya dan Garut dan menjadi titik rawan kemacetan pada masa mudik Lebaran.

"Personel tetap disiagakan sampai hari Minggu (4/1) meski Operasi Lilin berakhir pada hari Jumat (2/1) ini," ujar Kepala Kepolisian Resor Bandung Ajun Komisaris Besar Ahmad Dofiri, Jumat.

Untuk itu, sebanyak 100 personel kepolisian akan disiagakan ke Jalur Nagreg dan 30 orang juga disiagakan di Jalur Wisata Ciwidey. Antisipasi tersebut dilakukan karena perkiraan bahwa puncak kemacetan akan terjadi pada hari Minggu dengan wisatawan dari luar kota yang mengakhiri masa liburan mereka.

Selain Jalur Nagreg, kepolisian tetap mewaspadai Jalur Wisata Ciwidey untuk mengantisipasi wisatawan lokal yang memanfaatkan sisa waktu libur di obyek wisata di jalur itu seperti Kawah Putih Ciwidey, Stroberi Petik Sendiri, Kolam Air Panas Cimanggu dan Ciwalini, serta Situ Patengan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau