Israel Belah Gaza, Korban Capai 500 Tewas

Kompas.com - 05/01/2009, 07:19 WIB

KOTA GAZA, SENIN — Tentara darat dan kendaraan berat lapis baja Israel bergerak jauh ke dalam Jalur Gaza, membelah wilayah itu menjadi dua bagian, Minggu (4/1) waktu setempat.

Dengan dukungan bom dari angkatan laut, udara, dan darat, pasukan Israel merebut posisi-posisi di kedua sisi Kota Gaza, dan sepanjang jalan timur-barat.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan lebih dari 50 orang terbunuh sejak operasi darat dimulai. Seorang tentara Israel tewas.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS Dick Cheney membela serangan darat yang dilancarkan Israel. Dalam wawancara dengan televisi CBS, Cheney mengatakan serangan udara tidak cukup untuk memusnahkan tempat-tempat penembakan roket oleh pejuang Hamas ke wilayah Israel. Dia juga mengatakan Israel tidak meminta restu AS sebelum melakukan itu.

Sementara itu, Presiden Israel Shimon Peres menolak imbauan gencatan senjata, tetapi menekankan negaranya tidak bermaksud menduduki kembali Gaza atau pun menghancurkan Hamas.

Misi Uni Eropa terbang ke kawasan itu untuk melakukan upaya diplomasi. Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana mengatakan krisis ini menunjukkan kegagalan diplomasi.
    
Pertempuran dahsyat

Dalam perkembangan lain, satu rudal Israel menghantam sebuah rumah di Shujaiya, menewaskan seorang ibu bersama empat anaknya, kata para petugas di Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza kepada BBC.

Setidaknya 17 orang terbunuh dan 130 luka-luka ketika roket-roket Israel ditembakkan ke bagian selatan Gaza. Banyak pernyataan yang tidak bisa dikonfirmasikan. Israel melarang wartawan internasional masuk ke Gaza.

Begitu malam tiba, lampu listrik mati di banyak kawasan Gaza. Namun, kilatan ledakan bisa terlihat jelas dari perbatasan utara, begitu juga suara tembakan senapan dan meriam tank. Selama siang kemarin, pertempuran bergerak menjauh ujung utara Gaza ke arah kawasan yang berpenduduk lebih padat di barat, kata para wartawan.

Kemudian, sumber-sumber militer dan para saksi mata Israel mengatakan, tank-tank dan kendaraan berat lapis baja Israel mengambil posisi di kedua sisi wilayah itu, yang membuat Gaza terpotong menjadi dua dari pintu penyeberangan Karni ke Laut Tengah.

Menurut para pejabat Hamas dan saksi mata, pertempuran utama sekarang terpusat di empat kawasan yaitu sebelah timur kamp pengungsi Jabaliyah; di kampung Zeitoun sebelah timur Kota Gaza; di jalan pantai dekat lokasi bekas permukiman Yahudi Netzarim, sebelah selatan Kota Gaza; dan di daerah tak berpenghuni di Gaza tengah.

500 orang tewas

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan lebih dari 500 warga Palestina terbunuh, dan sebagian besar adalah warga sipil, sejak Israel memulai gempurannya sembilan hari lalu. Sebanyak 2.500 lainnya luka-luka. Seorang anak Palestina menangis ketakutan. Sebagian besar yang terbunuh adalah warga sipil, kata para petugas medis Palestina.

Pada hari Minggu, Menteri Kesehatan Palestina Dr Fathi Abumoghli mengatakan militer Israel mengekang pergerakan ambulans, yang menyebabkan para korban meninggal dunia sebelum mereka mendapatkan perawatan.

Badan amal Inggris, Oxfam, juga mengatakan bahwa seorang perawat yang bekerja untuk organisasi mitra mereka tewas dan dua lainnya luka-luka dalam pengeboman Israel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau