Agung Laksono: Perencanaan PIM Kurang Matang

Kompas.com - 05/01/2009, 13:30 WIB

Laporan wartawan Kompas Antony Lee

SALATIGA, KOMPAS — Proses pembangunan Pusat Informasi Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, yang justru merusak situs peninggalan Kerajaan Majapahit dinilai Ketua DPR Agung Laksono kurang matang perencanaannya. Agung meminta proyek itu segera dikaji ulang dan jangan dipaksakan bila diketahui berdampak negatif. Komentar itu diutarakan Agung Laksono di sela-sela kunjungannya di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Senin (5/1).

Seperti diberitakan Kompas, proses pembangunan Trowulan Information Center di bekas ibu kota Kerajaan Majapahit yang berjaya pada abad ke-13 hingga 15 tersebut justru merusak situs yang ada. "Tentunya tidak boleh begitu. Bangunan yang tujuannya untuk melestarikan situs, tetapi justru merusak situs. Harusnya dirancang sedemikian rupa agar memproteksi situs itu dari kemungkinan perusakan, penggalian, atau pencurian. Kalau seperti itu perencanaannya kurang matang," kata Agung.

Menurut dia, pemerintah harus segera mengkaji kembali proyek itu dan baru dapat diputuskan apakah diteruskan atau tidak setelah ada hasil yang menunjukkan ada kerusakan atau tidak. Namun, jika terbukti merusak, pemerintah diminta tidak memaksakan proyek ini. Bahkan, lanjut Agung, pemerintah harus turut bertanggung jawab bila situs berharga ini rusak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau