BANDUNG, SELASA - Sekitar 500 orang yang berasal dari Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mengadakan istigosah atau doa bersama dan shalat gaib sebagai bentuk dukungan kepada warga Palestina yang saat ini tengah terkena agresi dari pasukan Israel, (6/1). Sebelumnya, peserta istigosah berkonvoi menggunakan mobil bak terbuka maupun sepeda motor di sepanjang Jalan Cibaduyut.
Massa terkonsentrasi di Masjid Jami Al Amal Al Islam Dayeuhkolot sambil menunggu pukul 20.00 untuk melaksanakan doa bersama. Ketua Dewan Kesejahteraan MAsjid Jami Al Amal Al Islam Asep Irfan Saefuddin mengatakan, kegiatan ini merupakan spontanitas semata dari pihak mereka untuk mengungkapkan solidaritas bagi saudara di Palestina.
Untuk sekarang, ujar Asep, mereka hanya bisa memberikan dukungan melalui doa, tapi tidak menutup kemungkinan kalau mereka akan menggalang dana guna dikirimkan untuk meringankan penderitaan saudara mereka.
Wiwin, ibu rumah tangga dari Desa Cangkuang Kulon, mengungkapkan, dia membawa serta anak dia yang berusia kurang dari sepuluh tahun untuk berkonvoi sambil membawa spanduk berisi hujatan terhadap agresi Israel. Dia ikhlas mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk perjuangan membantu meringankan penderitaan warga Palestina.
Kepala Kepolisian Sektor Dayeuhkolot Ajun Komisaris Edi Suwandi menerangkan, pihak dia menerjunkan personel sebanyak 15 orang untuk pengamanan sekaligus membantu mengatur lalu lintas. Pasalnya, lokasi konsentrasi massa berada di Jalan Terusan Cibaduyut yang menjadi titik kemacetan setiap jam pulang kantor.
Dia menambahkan, pemberitahuan mengenai kegiatan tersebut memang terlambat diterima oleh kepolisian. Namun, tidak sempat terjadi insiden apa pun karena dia juga berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Bojongloa di Kota Bandung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang