VW Chico Kupu-Kupu Malam

Kompas.com - 08/01/2009, 07:03 WIB

Pabrik mobil Volkswagen (VW) di Jerman pasti geleng kepala (sebagai kekaguman) jika melihat VW 'Chico' bikinan Kunto Wibisono dan tim bengkel Kupu-Kupu Malam (KKM) dari Yogyakarta ini. Bagaimana tidak. Pihak prinsipal itu pasti tertipu habis kalau basis mobil itu dari VW Beetle 1.200 keluaran 1961, malah bisa dijadikan inspirasi untuk konsep mobil sport VW.

Pemberian nama Chico, "Pemiliknya suka minum Chivas campur Coca-Cola, (jadi) Chico mudah diingat," sebut Kunto Wibisono, komandan bengkel KKM. Tak salah pula bila KKM yang semula diberi julukan Pengrajin Mobil Yogyakarta ini acap melahirkan kreasi ekstrem.

Termasuk pada Chico yang mengangkat beban sebanyak 7 motorize. Gagasan memakai sistem ini yang mesti mengangkat beban berat merupakan poin utama agar target menciptakan inovasi mendapat apresiasi tinggi dari khalayak ramai.

Kunto menerjemahkan isi kepala Rudi, pemilik VW menggunakan motorize sebagai motor penggerak. Rinciannya, untuk tutup bagasi depan (1 unit), dua pintu kiri dan kanan (4 unit), kap bagasi belakang (1 unit) dan bumper depan (1 unit). "Satu unit motor mampu mengangkat beban 60 kg," ujar Kunto.

Untuk motorize 1 gerakan bolak-balik pada tutup bagasi depan menggunakan motor DC Custom dengan batang pendorong besi berdiameter 0,75 inci dan panjang 60 cm, sedang atap pakai besi berdiameter 2 inci panjang 45 cm. "Agar gerakan atap lebih lembut digunakan dua shock custom kiri dan kanan," tukas Kunto.

Keunikkan tampak pada buka tutup pintu yang dibikin dua arah ke atas dan ke samping dengan mengandalkan empat motor merupakan modifikasi dari motor DC 36 volt diubah menjadi 12 volt. Dan merancang motorize di banyak tempat bukanlah hal yang mudah. Ia mengaku butuh waktu 1 bulan untuk menghitung gerakan. Dan untuk menggerakkannya dibutuhkan 3 aki yang 80 ampere dan alternator standar Porsche yang 85 ampere.

Selain bodi, mesin juga 'diobrak-abrik' tidak kepalang tanggung. Jeroan dapur pacu diimplan dengan komponen Porsche 914 karena menurut Kunto basisnya sama dengan VW.

Komponen yang dipakai seperti kruk as dan setang piston berikut piston dari Scat. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan cam CB Performance berdurasi 120 derajat. Trus, total kapasitas ruang bakar menjadi 2.000 cc setelah dilakukan pemasangan silinder Porsche 914 berikut kepala silinder ditambah dengan turbo dari Garret T3.

Luar biasa! (Rahmat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau