HANOI, KAMIS — Sekitar 15 menit setelah pengusiran enam wartawan Indonesia, panitia pertemuan tahunan menteri-menteri pariwisata ASEAN atau Asean Tourism Forum (ATF) 2009 akhirnya meminta wartawan Indonesia masuk kembali ke ruangan grand ballroom di Melia Hotel, Hanoi, Vietnam, Kamis (8/1) malam. Alasan seorang panitia, terjadi kesalahan komunikasi sehingga terjadi pengusiran.
Beberapa wartawan akhirnya masuk kembali dengan hati yang jengkel akibat pengusiran sebelumnya. Enam wartawan Indonesia memang sebelumnya sempat diusir mentah-mentah oleh sejumlah keamanan Vietnam dari grand ballroom Melia Hotel, Hanoi, Vietnam. Masing-masing wartawan Bali Post, wartawan TV-One, wartawan Metro TV, wartawan Kompas, wartawan Seputar Indonesia, dan wartawan Gatra.
Meskipun sejumlah staf Kedutaan Besar RI di Vietnam sudah berkali-kali meyakinkan staf keamanan bahwa wartawan Indonesia bagian dari delegasi, wartawan Indonesia terus didorong-dorong ke luar ruangan. Alasan pengusiran karena disebut-sebut tidak ada aturan saat jamuan makan malam wartawan boleh meliput.
Beberapa wartawan juga mencoba menjelaskan, namun sia-sia. Akhirnya, daripada malu ditonton 10 menteri pariwisata ASEAN dan undangan lainnya, wartawan Indonesia meninggalkan ruangan.
Pengusiran wartawan Indonesia justru terjadi saat Orkes Symfoni Twillite Orchestra yang dipimpin konduktor Addie MS tengah menyelesaikan lagu yang kedua, yaitu "The Blue Danube", karya John Strauss Jr. Pagelaran Twillite Orschestra merupakan persembahan delegasi Indonesia untuk gala dinner ATF 2009.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang