Sempat Diusir, Wartawan Indonesia Diminta Masuk Lagi

Kompas.com - 08/01/2009, 20:41 WIB

HANOI, KAMIS — Sekitar 15 menit setelah pengusiran enam wartawan Indonesia, panitia pertemuan tahunan menteri-menteri pariwisata ASEAN atau Asean Tourism Forum (ATF) 2009 akhirnya meminta wartawan Indonesia masuk kembali ke ruangan grand ballroom di Melia Hotel, Hanoi, Vietnam, Kamis (8/1) malam. Alasan seorang panitia, terjadi kesalahan komunikasi sehingga terjadi pengusiran.

Beberapa wartawan akhirnya masuk kembali dengan hati yang jengkel akibat pengusiran sebelumnya. Enam wartawan Indonesia memang sebelumnya sempat diusir mentah-mentah oleh sejumlah keamanan Vietnam dari grand ballroom Melia Hotel, Hanoi, Vietnam. Masing-masing wartawan Bali Post, wartawan TV-One, wartawan Metro TV, wartawan Kompas, wartawan Seputar Indonesia, dan wartawan Gatra.

Meskipun sejumlah staf Kedutaan Besar RI di Vietnam sudah berkali-kali meyakinkan staf keamanan bahwa wartawan Indonesia bagian dari delegasi, wartawan Indonesia terus didorong-dorong ke luar ruangan. Alasan pengusiran karena disebut-sebut tidak ada aturan saat jamuan makan malam wartawan boleh meliput.

Beberapa wartawan juga mencoba menjelaskan, namun sia-sia. Akhirnya, daripada malu ditonton 10 menteri pariwisata ASEAN dan undangan lainnya, wartawan Indonesia meninggalkan ruangan.

Pengusiran wartawan Indonesia justru terjadi saat Orkes Symfoni Twillite Orchestra yang dipimpin konduktor Addie MS tengah menyelesaikan lagu yang kedua, yaitu "The Blue Danube", karya John Strauss Jr. Pagelaran Twillite Orschestra merupakan persembahan delegasi Indonesia untuk gala dinner ATF 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau