JAKARTA, JUMAT — Derita para korban di Palestina adalah sebuah amanah. Hal inilah yang menjadi dasar keyakinan empat orang relawan yang akan diberangkatkan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia ke Amman, Yordania, untuk membawa bantuan logistik bagi para korban senilai Rp 1 miliar.
"Harga sebuah amanah adalah derita dari semua korban di sana. Itu menjadi semangat kami juga," ujar koordinator tim, Novariyadi Imam Akbari atau Imam.
Para relawan ini nantinya akan mengusahakan visa dari Yordania untuk masuk ke Mesir dan kemudian bergerak ke perbatasan Palestina sehingga bisa menyampaikan langsung bantuannya. Selain Imam, tiga orang lainnya adalah Yayat Supriatna selaku koordinator logistik, Amrozi M Rais yang menguasai kondisi Timur Tengah, serta Darmawan, fotografer Republika yang akan mengabadikan perjalanan mereka.
Dalam konferensi pers pengiriman bantuan yang diselenggarakan di Mesjid Al Azhar, Jumat (9/1) siang, Direktur Eksekutif ACT Ahyudin mengatakan keempat relawan ini akan berada di sekitar Yordania dan Mesir hingga waktu yang belum ditentukan, tergantung kondisi mereka untuk menyampaikan bantuan.
Sementara itu, salah satu relawan Amrozi mengatakan tim akan mencari beberapa jejaring di Yordania untuk bisa membawa mereka masuk bersama bantuan ke perbatasan Palestina. "Kalau kondisi tidak aman dan resikonya sangat tinggi, kami akan berusaha minimal makanan-makanan yang kami bawa dapat masuk ke Jalur Gaza," ujar Amrozi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang