JAKARTA, JUMAT — Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid lebih berkonsentrasi pada eksaminasi internal untuk mengajukan kasasi atas kasus pembunuhan aktivis HAM Munir daripada menanggapi laporan pengacara Muchdi Pr yang ditujukan pada dirinya.
“Saya kira laporan itu bukan masalah yang penting, saya sedang konsentrasi pada penyelesaian eksaminasi internal di LBH agar draf eksaminasi itu dapat dipertajam oleh para ahli hukum,” ujarnya saat konferensi pers di Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta, Jumat (9/1).
Ia menambahkan agenda terpenting saat ini adalah penyelesaian kasus Munir dengan target keadilan menemukan dalang pembunuh Munir. “Maka langkah penyelesaian draf ini lebih penting daripada menanggapi laporan pengacara Muchdi yang justru mengaburkan dari proses pencarian keadilan kasus ini,” tegasnya.
Saat ini, dikatakannya, sudah ada beberapa ahli hukum yakni mantan hakim MA Hadi Handoyo serta beberapa mantan hakim MA lainnya, mantan jaksa, dan ahli-ahli hukum membantu dalam persiapan draf eksaminasi tersebut. “Insya Allah, sebelum batas waktu penyerahan memo kasasi, kami sudah ajukan nanti,” tuturnya.
Dikatakan Usman, ia berharap para penegak hukum akan membela kewibawaan hukum dengan tetap menyadari bahwa target utama keadilan adalah mengadili para dalang pembunuh Munir yang sampai hari ini masih bebas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang