Presiden Minta TNI Siapkan Tim Monitoring Gaza

Kompas.com - 10/01/2009, 21:30 WIB

JAKARTA, SABTU - Mengantisipasi genjatan senjata antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menyiapkan tim monitoring mission observation nation. Sejumlah perwira disiagakan bergabung dalam tim pengawasan yang langsung dikomandoi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Instruksi kepada Panglima TNI ini berlangsung setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan komunikasi via telepon dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Sabtu sore (10/1) di Kantor Presiden, Jakarta.

Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso usai mengikuti gelar komunikasi antara Presiden Yudhoyono dan Sarkozy mengatakan, tim monitor observasi dari TNI tidak terlalu banyak. "Itu tergantung dengan kebutuhan tim," ucap Djoko Santoso.

Menurut rencana tim monitor observasi dari TNI akan bergabung dengan tim negara lain. Tim ini mulai merangsek ke wilayah aman di Jalur Gaza setelah Israel menarik mundur pasukannya di Jalur Gaza, dan Hamas bersepakat melakukan genjatan senjata.

"Kita sudah pengalaman sejak tahun 1956," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau