Israel Menggempur Puluhan Sasaran Baru di Gaza

Kompas.com - 11/01/2009, 00:00 WIB

GAZA CITY,SABTU-Pasukan Israel menggempur puluhan lokasi baru di Gaza, Sabtu (10/1). Pesawat mereka juga menjatuhkan selebaran berisi peringatan kepada penduduk Gaza bahwa Israel meningkatkan serangan.

Pendeknya, Israel tak menggubris seruan PBB untuk melakukan gencatan senjata meski sudah menewaskan 800 warga Palestina dalam dua pekan serbuannya ke Gaza. Sementara itu, gerilyawan Hamas juga terus menembakkan roket ke Israel selatan.

"IDF (Pasukan Pertahanan Israel) akan meningkatkan operasi di Jalur Gaza," bunyi selebaran dalam bahasa Arab. "IDF tidak memusuhi penduduk Gaza tetapi hanya melawan Hamas dan teroris. Jagalah keselamatan dengan mengikuti perintah kami."

Selebaran itu mendesak penduduk Gaza tidak membantu Hamas dan menjauhkan diri dari kelompok yang memerintah Gaza tersebut.

Militer Israel mengatakan lebih 15 milisi tewas dalam pertempuran Sabtu malam. Pesawat tempur mereka menggempur sekitar 40 sasaran. Termasuk 10 lokasi peluncuran roket, fasilitas gudang senjata, terowongan, dan pelontar misil antipesawat.

Di hari sama, sebuah tank Israel menewaskan sembilan orang di sebuah kebun rumah di kota Jebaliya, Gaza utara. Di tempat lain, seorang wanita tewas akibat tembakan tank di kota Beit Lahiya.

Tim medis mengatakan sembilan orang yang dibunuh Israel di kebun itu berasal dari satu keluarga dan termasuk dua anak-anak dan dua wanita. "Penduduk membawa mereka ke rumah sakit dengan sebuah mobil. Mereka meletakkan semua jenzah dalam satu bagasi karena tubuh korban hancur," kata adiminitrator rumah sakit, Adham Hakim.

Militer Israel mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan mengeluarkan komentar apapun tentang terbunuhnya sembilan warga sipil tersebut.

Pekan Ketiga

Sementara itu AFP dalam laporannya dari Kota Gaza mengatakan, penyerangan pasukan Israel terhadap para pejuang Hamas di Gaza telah memasuki pekan ketiga, Sabtu.

Saat yang sama, babak baru diplomasi sedang dilakukan untuk menghentikan perang yang telah menewaskan lebih dari 800 orang, terutama wanita dan anak-anak, meskipun Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menyerukan gencatan senjata.

Mesir telah mempelopori upaya-upaya yang didukung Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan pertempuran, yang mengundang protes di seluruh dunia muslim, dan Presiden Mesir Hosni Mubarak dijadwalkan bertemu dengan timpalannya Presiden Palestina Mahmud Abbas, Sabtu.

Delegasi Hamas, termasuk untuk pertama kalinya pejabat-pejabat senior dari Gaza selain para anggota pemuka Hamas yang berada di pengasingan yang bermarkas di Damaskus, juga hadir dalam perundingan-perundingan dengan Kepala Intelijen Mesir Omar Suleiman.

PBB mengumumkan bahwa pihaknya akan melanjutkan operasi-operasinya di Gaza, segera setelah menerima jaminan keamanan dari Israel setelah terjadinya serangan yang mematikan terhadap salah satu konvoi PBB itu.

      

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau