Hidangan dari Ubi Ungu

Kompas.com - 11/01/2009, 09:44 WIB

Ny Tuti Soenardi

Ubi mengandung antioksidan yang membantu menjaga ingatan tetap konsisten, mengontrol diabetes, serta mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker. Ubi juga mengandung betakaroten, vitamin C, dan vitamin E.

Karena kandungan karbohidrat kompleksnya tinggi, maka para ahli menganjurkan memanfaatkan ubi untuk mengontrol berat badan berkaitan dengan diabetes. Ubi manis mengandung serat yang sangat baik bagi penderita diabetes karena dapat menurunkan gula darah.

Kandungan vitamin C dan E serta antioksidan betakaroten bekerja melindungi tubuh dari serangan molekul oksigen yang terkenal sebagai radikal bebas.

Mengonsumsi ubi dan makanan lain yang kaya betakaroten dapat menetralkan molekul jahat sebelum merusak bagian tubuh seperti pembuluh darah atau bagian mata.

Serat dan antioksidan vitamin dari ubi mengandung folat, vitamin B6, dan vitamin B lain. Vitamin ini yang memberi rangsangan pada otak dalam pembentukan beberapa fungsi otak yang biasanya berkurang karena usia.

Semakin berwarna ubi, semakin tinggi kandungan betakarotennya. Karena kandungan lemaknya sangat rendah, untuk memudahkan penyerapan dan pemanfaatan betakarotennya dalam usus diperlukan tambahan lemak.

Ubi memang tidak tahan disimpan lama, karena itu sekarang ini ubi dikembangkan dalam bentuk tepung. Mari kita manfaatkan tepung ubi dalam aneka hidangan untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan dalam negeri.

Ini perlu disosialisasikan dalam mengangkat pangan dalam negeri sebagai kebanggaan bangsa daripada mengonsumsi pangan impor.

Bakpao

Untuk: 15 buah

1 buah: 138 Kalori

Bahan:

Kulit:

· 150 gr tepung terigu
· 50 gr tepung ubi ungu
· 30 gr tepung thamien
· ½ sdm ragi instan
· 75 ml air es
· 12,5 gr susu bubuk
· 1 btr putih telur
· 25 gr gula pasir
· 15 gr mentega putih
· ½ sdt baking powder
· ¼ sdt garam

Isi:

· 125 gr kacang hijau kupas, dicuci bersih, direndam air minimal 4 jam
· 125 gr gula pasir
· 100 ml santan kental
· ½ sdt garam
· 1 lbr daun pandan

Cara membuat:

1. Adonan Isi:

Kacang hijau yang sudah direndam, ditiriskan, dikukus hingga empuk, lalu diblender dengan santan hingga halus, angkat, lalu campur dengan gula , beri garam dan 1 lbr daun pandan, aduk rata, kemudian masak dengan api kecil sampai kental dan dapat dipulung, buat menjadi 15 bulatan-bulatan kecil, sisihkan.

2. Bahan kulit dicampur menjadi satu, aduk dan uleni sampai kalis, lalu tutup dengan plastik, biarkan selama 30 menit.

3. Bagi adonan menjadi 15 lalu isi dengan adonan isi biarkan selama 10 menit.

4. Kukus selama 20 menit, angkat.

5. Hidangkan.

 

Mata Kebo

Untuk: 15 buah

1 buah: 85 Kalori

Bahan:

* 75 gr tepung ketan
* 25 gr tepung ubi ungu
* 75 gr kentang dikukus, dihaluskan
* 1 sdm minyak
* 75 ml santan kental panas
* Vanili bubuk sedikit

Isi:

* 100 gr kelapa ½ tua diparut kasar
* 50 gr gula pasir
* 1 lbr daun pandan

Areh:

* 400 ml santan kental
* 1 sdm tepung beras
* 1 sdm tepung maizena
* ¼ sdt garam
* 1 lbr daun pandan
* 15 bh takir dari daun pandan

Cara membuat:

1. Unti kelapa:

Campur kelapa parut dengan gula dan daun pandan dalam wajan, beri sedikit air (± 100 ml air), masak sambil diaduk-aduk sampai air habis, angkat, bentuk menjadi 15 bulatan, sisihkan.

2. Campur tepung ketan bersama tepung ubi ungu dan kentang yang telah dihaluskan, aduk, beri minyak dan santan kental panas, aduk rata atau diuleni hingga tercampur rata, bagi menjadi 15 bulatan, masing-masing bulatan diisi dengan unti kelapa lalu bentuk bulat kembali, kukus sampai matang selama ± 10 menit, angkat.

3. Areh:

Rebus santan kental bersama daun pandan, masukkan campuran tepung beras dengan tepung maizena yang telah dilarutkan dengan sedikit air, beri garam, aduk rata, setelah mendidih, angkat.

4. Tuang areh ke dalam masing-masing takir, masukkan mata kebo.

5. Hidangkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau