Pemilik KM Teratai Prima Dipanggil Polisi

Kompas.com - 12/01/2009, 13:34 WIB

Laporan wartawan Tribun Kaltim, M Yamin
 
SAMARINDA, SENIN —
Kapoltabes Samarinda Kombes Pol A Kamil Razak mengatakan, pihaknya telah memanggil pemilik kapal yang tenggelam, Teratai Prima 0, Muhamadong, untuk dimintai keterangan.
 
"Kami sudah panggil pemilik kapal untuk dimintai keterangan sejak tadi subuh," katanya di sela mendampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Andi Masmiyat di Kantor KPPP Samarinda, Senin (12/1).
 
Keterangan dari pemilik kapal ini untuk menghimpun informasi kapal yang tenggelam di perairan Majene, Sulawesi Barat. Informasi dari pemilik kapal ini untuk dikirimkan kepada pihak yang menangani kejadian yang merenggut ratusan nyawa meninggal.
 
Setiap kejadian kecelakaan ataupun bencana dilakukan evaluasi dan penyelidikan oleh polisi. Hal ini ditegaskan oleh Kapolda Kaltim untuk menunjuk Poltabes Samarinda menangani kejadian ini sesuai wilayah hukumnya.
 
"Penyelidikan pasti dilakukan setiap kejadian kecelakaan atau bencana apalagi ada korban meninggal. Namun, saat ini tidak tepat kita membicarakan tersangka dan penyidikan. Tugas utama kita sekarang untuk menyelamatkan dan menemukan korban, apakah masih hidup ataupun meninggal," kata Andi Masmiyat. (*)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau