LAMONGAN, SENIN — Dalam program konversi energi minyak tanah ke elpiji, sebanyak 78.860 rumah tangga miskin yang tersebar di Kecamatan Kedungpring, Sukorame, Babat, Modo, Bluluk, dan Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, akan menerima tabung elpiji 3 kg. Distribusi gas elpiji 3 kg di Kabupaten Lamongan dilakukan oleh PT Pertamina dan konsultan.
Kepala Bagian Humas dan Infokom Kabupaten Lamongan Aris Wibawa, Senin (12/1), mengatakan, selain enam kecamatan itu, rumah tangga miskin (RTM) di Kecamatan Sekaran, Maduran, Paciran, Karanggeneng, Solokuro, dan Laren juga akan menerima tabung gas elpiji. Saat ini masih dalam pencacahan atau penghitungan jumlah RTM yang akan menerimanya.
Proses pencacahan/perhitungan sampai pendistribusian tabung elpiji 3 kg di Lamongan harus tuntas pada Mei 2009. Sampai saat ini jatah distribusi minyak tanah telah ditarik sampai 100 persen oleh PT Pertamina di enam kecamatan yang telah mendapat distribusi tabung elpiji. "Kecamatan lain masih mendapat jatah minyak tanah sama seperti semula," kata Aris.
Aris menjelaskan, dalam pendistribusian tabung gas elpiji 3 kg PT Pertamina dibantu konsultan dan perangkat kecamatan sampai desa masing-masing. Bagian perekonomian Pemerintah Kabupaten Lamongan memantau saja, karena itu setiap bulan akan ada laporan dari konsultan yang menangani.
Sampai saat ini masih ada 21 kecamatan yang masih dalam proses penghitungan jumlah RTM. Rencananya akan segera dihitung dan diverifikasi oleh konsultan setelah tujuh kecamatan yang saat ini telah melalui proses perhitungan. "Masyarakat diharap sabar menunggu sampai tabung terdistribusikan. Pendistribusian tersebut ditargetkan selesai pada Mei serentak sampai di 27 kecamatan," ujar Aris.
Masyarakat diharapkan juga memanfaatkan sepenuhnya fasilitas tabung elpiji gratis dari pemerintah. Pemakaian elpiji dinilai lebih hemat daripada menggunakan minyak tanah. Sampai saat ini harga minyak tanah di pasaran Rp 5.000 per liter, sementara gas elpiji 3 kg Rp 14.000 per tabung. "Pada Juni mendatang setelah pembagian tabung terselesaikan seluruhnya PT Pertamina menarik minyak tanah 100 persen. Dengan sendirinya seluruh pangkalan minyak tanah yang ada di Lamongan menjadi pangkalan elpiji," tutur Aris.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang