Elpiji 3 Kilogram Didistribusikan untuk 78.860 RTM di Lamongan

Kompas.com - 12/01/2009, 15:10 WIB

LAMONGAN, SENIN — Dalam program konversi energi minyak tanah ke elpiji, sebanyak 78.860 rumah tangga miskin yang tersebar di Kecamatan Kedungpring, Sukorame, Babat, Modo, Bluluk, dan Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, akan menerima tabung elpiji 3 kg. Distribusi gas elpiji 3 kg di Kabupaten Lamongan dilakukan oleh PT Pertamina dan konsultan.

Kepala Bagian Humas dan Infokom Kabupaten Lamongan Aris Wibawa, Senin (12/1), mengatakan, selain enam kecamatan itu, rumah tangga miskin (RTM) di Kecamatan Sekaran, Maduran, Paciran, Karanggeneng, Solokuro, dan Laren juga akan menerima tabung gas elpiji. Saat ini masih dalam pencacahan atau penghitungan jumlah RTM yang akan menerimanya.     

Proses pencacahan/perhitungan sampai pendistribusian tabung elpiji 3 kg di Lamongan harus tuntas pada Mei 2009. Sampai saat ini jatah distribusi minyak tanah telah ditarik sampai 100 persen oleh PT Pertamina di enam kecamatan yang telah mendapat distribusi tabung elpiji. "Kecamatan lain masih mendapat jatah minyak tanah sama seperti semula," kata Aris.     

Aris menjelaskan, dalam pendistribusian tabung gas elpiji 3 kg PT Pertamina dibantu konsultan dan perangkat kecamatan sampai desa masing-masing. Bagian perekonomian Pemerintah Kabupaten Lamongan memantau saja, karena itu setiap bulan akan ada laporan dari konsultan yang menangani.

Sampai saat ini masih ada 21 kecamatan yang masih dalam proses penghitungan jumlah RTM. Rencananya akan segera dihitung dan diverifikasi oleh konsultan setelah tujuh kecamatan yang saat ini telah melalui proses perhitungan. "Masyarakat diharap sabar menunggu sampai tabung terdistribusikan. Pendistribusian tersebut ditargetkan selesai pada Mei serentak sampai di 27 kecamatan," ujar Aris.

Masyarakat diharapkan juga memanfaatkan sepenuhnya fasilitas tabung elpiji gratis dari pemerintah. Pemakaian elpiji dinilai lebih hemat daripada menggunakan minyak tanah. Sampai saat ini harga minyak tanah di pasaran Rp 5.000 per liter, sementara gas elpiji 3 kg Rp 14.000 per tabung. "Pada Juni mendatang setelah pembagian tabung terselesaikan seluruhnya PT Pertamina menarik minyak tanah 100 persen. Dengan sendirinya seluruh pangkalan minyak tanah yang ada di Lamongan menjadi pangkalan elpiji," tutur Aris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau