Kawasaki Cabut FIM Gerah

Kompas.com - 12/01/2009, 17:27 WIB

ITALIA, SENIN — Hengkangnya tim Kawasaki dari arena balap MotoGP akibat krisis ekonomi global membuat Presiden Federation Internationale de Motorcycleste (FIM) Vito Ippolito ingin membenahi regulasi. Intinya, ia ingin melindungi masa depan balap motor itu. Bila selanjutnya banyak yang mengundurkan diri, hal itu bisa menjadi problem utama pada 2010.

Makanya, minggu lalu, para pabrikan motor bertemu di Jepang membahas masalah penyunatan anggaran. Walau hasil pertemuan itu belum menghasilkan keputusan. Namun, Ippolito percaya waktu untuk memikirkan ulang mengenai konsep menekan anggaran secara dramatis akan tiba juga.

"Problem yang dihadapi MotoGP bukan pada 2009, ketika semua sudah mempersiapkan diri untuk balap, tetapi pada 2010," bilang Ippolito kepada Corriere dello Sport. Bisa-bisa, kata dia, balapan diikuti 14 motor lantaran peserta tim perorangan banyak yang cabut, dan FIM katanya akan mengumumkan Senin depan.

Supaya tetap yang tampil di garis start 19 motor, Dorna, selaku promotor balapan akan memasukkan tim private dengan masuknya tim Onde 2000 Ducati.

Dengan cabutnya Kawasaki, tim pabrikan tinggal Yamaha, Honda, Suzuki, dan Ducati. Masing-masing pabrikan ini mendukung satu tim satelit. Jadi, keinginan FIM menekan cost diharapkan oleh tim—khususnya private—jangan ada unsur bisnisnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau