MEDAN, SENIN — Puluhan wartawan, baik media cetak maupun elektronik, di Medan dan sekitarnya, Senin (12/1), berunjuk rasa mengecam tindakan Israel menginvasi Jalur Gaza, Palestina, dan membunuh ratusan warga sipil dari perempuan, anak-anak, hingga jurnalis yang meliput kebiadaban tersebut. Unjuk rasa digelar di halaman kediaman Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Jalan Wali Kota, Medan.
Unjuk rasa sengaja dipusatkan di kediaman Konjen Amerika Serikat (AS) Sean B Stein karena AS dianggap sebagai representasi simbol pendukung tindakan biadab Israel. Selain menggelar beberapa poster yang berisikan kecaman terhadap Israel dan AS, aksi puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Medan ini juga melakukan tindakan simbolis, meletakkan semua peralatan kerja di jalan. Wartawan mengancam akan memboikot semua liputan di Konjen AS karena negara tersebut terus menerus membela aksi biadab Israel.
Menurut salah seorang koordinator aksi Edi Irawan, wartawan stasiun televisi Indosiar, mengatakan, kebiadaban Israel sudah melewati batas. Forum Wartawan Medan kata Edi akan mengajak seluruh organisasi profesi kewartawanan baik dalam negeri maupun internasional mengajukan Israel ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang.
"Bahkan wartawan yang nyata-nyata tidak berada di pihak mana pun mereka bunuh. Belum lagi ratusan warga sipil Palestina yang dibantai mereka. Israel sudah pantas dianggap sebagai penjahat perang karena melanggar prinsip-prinsip dalam Konvensi Jenewa," kata Edi.
Atas tindakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Konvensi Jenewa itulah, Forum Wartawan Medan juga meminta AS ikut bertanggung jawab sebagai negara yang selama ini berada di belakang tindakan Israel. Tindakan AS mendukung Israel dinilai memalukan, lebih-lebih karena negara itu selama ini selalu mengklaim sebagai pejuang kebebasan dan hak asasi manusia. "Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas kondisi memprihatinkan ini karena negara adidaya ini melegalkan agresi militer yang dilakukan Israel," katanya.
Aksi puluhan wartawan ini diakhiri dengan tindakan melempari lambang Bintang Daud yang merupakan simbol bangsa Israel dengan telur. Setelah itu mereka membakar spanduk dan semua atribut demo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang