Wartawan Medan Kecam Kebiadaban Israel

Kompas.com - 12/01/2009, 17:59 WIB

MEDAN, SENIN — Puluhan wartawan, baik media cetak maupun elektronik, di Medan dan sekitarnya, Senin (12/1), berunjuk rasa mengecam tindakan Israel menginvasi Jalur Gaza, Palestina, dan membunuh ratusan warga sipil dari perempuan, anak-anak, hingga jurnalis yang meliput kebiadaban tersebut. Unjuk rasa digelar di halaman kediaman Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Jalan Wali Kota, Medan.

Unjuk rasa sengaja dipusatkan di kediaman Konjen Amerika Serikat (AS) Sean B Stein karena AS dianggap sebagai representasi simbol pendukung tindakan biadab Israel. Selain menggelar beberapa poster yang berisikan kecaman terhadap Israel dan AS, aksi puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Medan ini juga melakukan tindakan simbolis, meletakkan semua peralatan kerja di jalan. Wartawan mengancam akan memboikot semua liputan di Konjen AS karena negara tersebut terus menerus membela aksi biadab Israel.

Menurut salah seorang koordinator aksi Edi Irawan, wartawan stasiun televisi Indosiar, mengatakan, kebiadaban Israel sudah melewati batas. Forum Wartawan Medan kata Edi akan mengajak seluruh organisasi profesi kewartawanan baik dalam negeri maupun internasional mengajukan Israel ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang.

"Bahkan wartawan yang nyata-nyata tidak berada di pihak mana pun mereka bunuh. Belum lagi ratusan warga sipil Palestina yang dibantai mereka. Israel sudah pantas dianggap sebagai penjahat perang karena melanggar prinsip-prinsip dalam Konvensi Jenewa," kata Edi.

Atas tindakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Konvensi Jenewa itulah, Forum Wartawan Medan juga meminta AS ikut bertanggung jawab sebagai negara yang selama ini berada di belakang tindakan Israel. Tindakan AS mendukung Israel dinilai memalukan, lebih-lebih karena negara itu selama ini selalu mengklaim sebagai pejuang kebebasan dan hak asasi manusia. "Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas kondisi memprihatinkan ini karena negara adidaya ini melegalkan agresi militer yang dilakukan Israel," katanya.

Aksi puluhan wartawan ini diakhiri dengan tindakan melempari lambang Bintang Daud yang merupakan simbol bangsa Israel dengan telur. Setelah itu mereka membakar spanduk dan semua atribut demo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau