Obat Jamkesmas Diselundupkan

Kompas.com - 13/01/2009, 14:19 WIB

MADIUN, SELASA - Kepolisian Resor Kota Madiun membongkar praktik penyelundupan obat yang seharusnya digunakan bagi pasien jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) atau pasien dari keluarga miskin di Rumah Sakit Umum (RSU) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dr Sudono, Madiun.

Sebanyak 2.300 obat dari 266 jenis yang diselundupkan ke luar rumah sakit dan hendak dijual bebas disita polisi dari AKH (41), warga yang mengontrak rumah di Jalan Sikatan, Madiun dan EH (32), warga Desa Tawangrejo, Kartoharjo, Madiun di rumahnya masing-masing. Polisi juga menyita enam kardus yang didalamnya berisi infus. AKH dan EH k emudian ditetapkan sebagai tersangka.

Obat-obat ini bisa dengan mudah diselundupkan ke luar rumah sakit oleh AKH karena AKH bekerja sebagai perawat di RSU dr Sudono. Dari tangan AKH itulah, sebagian obat diserahkan ke EH untuk dijual oleh EH. Rencananya obat di tangan EH akan dijual ke pembeli di Surabaya.  

"Sementara AKH di rumahnya juga menjual obat-obat itu ke orang-orang yang berobat kepadanya," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Madiun Ajun Komisaris Besar Setija, Selasa (13/1).

"Jadi kesalahan yang dilakukan AKH ganda, yaitu menyalahgunakan jabatannya untuk menyelundupkan obat ke luar rumah sakit dan menjual obat-obat yang tergolong obat keras itu tanpa izin. Penjualan obat-obat tersebut seharusnya dengan resep dokter," jelasnya.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Ajun Komisaris Agung Darmawan menambahkan obat-obat yang dijual AKH dan EH itu merupakan sisa-sisa obat yang digunakan pasien jamkesmas yang sudah menjalani rawat inap di rumah sakit. Sisa obat yang seharusnya masuk kembali ke farmasi rumah sakit tetapi malah diselundupkan ke luar rumah sakit.

Agung mengatakan besar kemungkinannya AKH tidak sendirian dalam menyelundupkan obat-obat tersebut karena jumlah obat yang diselundupkan sangat banyak. Oleh karena itu, polisi masih terus menyelidiki keterlibatan orang dalam lainnya, termasuk atasan dari AKH.  

"Ada 16 orang yang masih terus diperiksa secara intensif oleh polisi mengenai kemungkinan keterlibatannya dalam kasus ini," kata Agung.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau