Inilah Ruas Jalan Rawan Genangan di Jakarta

Kompas.com - 13/01/2009, 17:41 WIB

JAKARTA, SELASA — Hujan yang mengguyur Jakarta sejak pukul 04.00, Selasa (13/1), menggenangi 33 ruas jalan, dan menimbulkan kemacetan di mana-mana. Di hari mendatang, para pengguna jalan disarankan tidak melintasi sejumlah ruas jalan berikut:

Di Jakarta Utara:

- Jalan Baru Ancol 20 cm Pos 1 Pelabuhan, tinggi genangan 10 cm

- Teluk Gong 30 cm

- Muara Baru 40 cm

- Pos Polisi Polker 30 cm

- Cacing Kawasan Berikat Baru 15 cm

- Perintis Kemerdekaan 15 cm

- Depan Kodamar Yos Sudarso 40 cm

- Depan Hotel Alexsis 50 cm

- Jalan Kramat Raya dekat lampu rambu 15 cm

Jakarta Pusat:

- Cempaka Putih Pojokan Coca Cola 15 cm

- Lampu Rambu Kenari Jalan Kramat Raya 10 cm

- Jalan Letjen Suprapto 15 cm

- Jalan Pangeran Jayakarta 20 cm

Jakarta Selatan:

- Jalan Sudirman depan Balai Sarbini 30 cm

- Jalan Iskandar Syah depan Masjid 20 cm

- Terowongan Semanggi 20 cm

- ITC Fatmawati 25 cm

Jakarta Barat:

- Depan Pos Giro Daan Mogot 15 cm

- Jalan Latumenten dekat Lampu Rambu Grogol 15 cm

- Depan Hotel Ibis Slipi 15 cm

- Turunan Jati Pulo arah Tomang 15 cm

- Jalan Arjuna Selatan pinggir tol 15 cm

- Lampu Rambu Ketapang arah Barat 20 cm

- Taman Sari Raya 30 cm

- Depan BI Taman Sari 15 cm

Jakarta Timur:

- Depan Carefour Buaran, Cakung 10 cm

- Depan RS Duren Sawit 10 cm

- Cibubur dekat Jansen 15 cm

- Jalan Raya Bekasi Timur LP Cipinang 20 cm

- Pos Polisi Utan Kayu arah Matraman 20 cm

- Jalan Perintis Kemerdekaan depan Mediros 25 cm

- Jalan DI Panjaitan Kampus STIE Nusantara 20 cm

Akibat genangan-genangan itu, kemacetan lalu lintas antara lain terjadi di Jalan Kapten Tendean, Pondok Kopi mengarah ke Tanah Abang, Salemba Raya menuju Senen, dan sebaliknya ke arah terminal Kampung Melayu.

Demikian juga Jalan Gunung Sahari mengarah ke Ancol, Pasar Rebo menuju lampu rambu lalu lintas di persimpangan Markas Komando Armada Barat (Mako Armabar), dan Jalan HR Rasuna Said mengarah ke Jalan Buncit Raya.

Jalan Singsingamaraja menuju Blok M dan sebaliknya juga terpantau macet. Selanjutnya Casablanca mengarah ke Kampung Melayu dan sebaliknya. "Demikian pula ruas tol dalam kota dari arah Cawang menuju Grogol dan sebaliknya," ujar Koordinator Traffic  Management Center (TMC) Polda Metro Jaya Komisaris Sambodo Purnomo, Selasa (13/1).

Di Jakarta Utara, genangan air umumnya lebih tinggi karena pada waktu yang sama, air laut pasang, meluap ke darat. Di depan Pos I Pelabuhan misalnya, genangan air yang sebelumnya hanya 30 cm naik menjadi 40 cm. Di depan Kodamar yang tadinya 40 cm menjadi 50 cm, di depan Bintang Mas yang tadinya 30 cm naik 50 cm, di Jalan RE Martadinata depan Hotel Alexis yang tadinya 40 cm naik menjadi 50 cm.

Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi mengatakan, pihaknya telah menyiagakan sejumlah petugas di beberapa titik rawan banjir, seperti di Bukit Duri dan Petogogan. "Pintu air di Katulampa saat ini tinggi, kami sudah minta petugas lapangan intensif berkomunikasi dengan petugas pintu air Katulampa," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau