Sekitar 250 Rumah dan Ratusan Hektar Sawah Terendam

Kompas.com - 13/01/2009, 20:20 WIB

DEMAK, SELASA — Setidaknya 250 rumah dan ratusan hektar sawah di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (13/1), terendam banjir akibat tanggul Sungai Cabean jebol. Untuk sementara, warga mengungsi ke masjid.

Hujan deras sejak Senin (12/1) siang membuat tanggul Sungai Cabean jebol di dua titik selebar masing-masing sekitar 25 meter. Akibatnya, limpasan air Sungai Cabean menggenangi Desa Sidorejo, Rejosari, dan Brambang, Kecamatan Karangawen. Selain rumah dan sawah, banjir juga menggenangi sekitar 5 sekolah dan tempat ibadah.

Di antara 3 desa tersebut, kondisi terparah terdapat di Dusun Wangun, Desa Rejosari. Kepala Dusun Wangun Sulaiman mengungkapkan, setidaknya 91 rumah dan 150 hektar sawah di dusunnya terendam banjir.

Menurut Mahmud Mudiono (42), warga Dusun Wangun, banjir mulai terjadi sejak Senin sekitar pukul 20.00. Namun, jebolnya tanggul Sungai Cabean sekitar pukul 24.00 tersebut membuat luapan air semakin tinggi hingga 1,5 meter. "Air mulai surut setelah pukul 03.00," katanya.

Koordinator tim search and rescue (SAR) Karangawen Raswan mengatakan, 47 anggota tim SAR telah diterjunkan ke lokasi banjir. "Mereka akan berada di lokasi hingga air surut," ucapnya.

Camat Karangawen Edy Rahardjo mengaku telah menginstruksikan kepada petugas lapangan untuk segera mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman begitu banjir terjadi. "Di tiga desa ini warga sudah dievakuasi ke 4 titik pengungsian yang telah diberi dapur umum," ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Edy, pihaknya telah mendistribusikan bantuan logistik seperti beras, mi instan, dan telur ke 4 tempat pengungsian tersebut.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau