JAKARTA, RABU — Gelombang tinggi masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air dengan ketinggian gelombang 2-6 meter hingga 17 Januari. Tingginya gelombang ini membahayakan pelayaran.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran akan terjadi di sekitar Laut China Selatan, Laut Natuna, perairan timur Kepulauan Riau, perairan barat dan utara Kalimantan Barat, serta perairan utara Bangka Belitung.
Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Publik BMKG Kukuh Ribudianto, Selasa (13/1) di Jakarta, menjelaskan, gelombang tinggi ini akibat badai tropis Charlotte di sekitar Samudra Hindia. Meskipun badai tropis Charlotte mulai meluruh, pola angin kencang masih akan terjadi sehingga mengakibatkan gelombang tinggi di beberapa wilayah.
Wilayah lain di luar Laut China Selatan yang rawan gelombang tinggi di atas 4 meter, antara lain di Laut Arafuru, Selat Karimata, Laut Jawa bagian barat, perairan selatan Sulawesi, dan Laut Banda bagian timur. Gelombang tinggi itu berbahaya bagi pelayaran perahu nelayan, tongkang, dan kapal feri.
Sementara itu, kabar yang diperoleh dari lokasi pencarian korban tenggelamnya KM Teratai Prima dengan pesawat terbang oleh tim dari Lanud Sultan Hasanuddin, Selasa pagi, terhalang cuaca buruk. Pesawat Boeing 737-200 yang dilengkapi radar APS 504 tidak bisa mendeteksi sasaran secara maksimal. Hal ini disebabkan cuaca buruk hingga pesawat hanya bisa terbang dengan ketinggian 1.000 kaki.
”Harusnya, dengan ketinggian terbang 10.000 kaki, radar bisa bekerja maksimal dan mendeteksi sasaran dengan daya jangkau 200 mil. Namun, karena cuaca buruk, kami terpaksa hanya bisa terbang dengan ketinggian 1.000 kaki. Pencarian tidak maksimal,” ujar Mayor (Pnb) Bambang Sudewo di Skadron 5 Lanud Sultan Hasanuddin.
Pesawat milik TNI AU ini terbang selama dua jam dari pukul 08.00 hingga 10.00 Wita, mengitari perairan Selat Makassar, terutama di sekitar perairan Majene, Sulawesi Barat.
Lebih ganas
Cuaca buruk akibat gelombang tinggi juga melanda kawasan pesisir utara Jakarta, Selasa. Gelombang laut tinggi itu selain meruntuhkan lagi rumah di pinggiran pantai, juga menghempaskan dua kapal besar ke Pantai Marunda. Hempasan dua kapal itu menghancurkan sekitar 205 bagan dan sero milik nelayan.
Jalan akses Marunda Pulo putus sepanjang 4 meter akibat tergerus hempasan gelombang. Sebanyak 12 rumah di RT 03 RW 07 hancur. Permukiman nelayan Marunda Kongsi dikosongkan dan lebih 200 orang lagi diungsikan ke Rusun Marunda.
”Gelombang pasang kali ini lebih dahsyat daripada yang terjadi pada Minggu dan Senin. Saya perkirakan tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 meter-3,5 meter. Bayangkan, kapal tanker pengangkut BBM dan kapal tongkang pengangkut pasir sampai terhempas ke bibir pantai,” kata Harom (38), nelayan Marunda.
Kapal tongkang berbobot sekitar 7.000 ton yang mengangkut pasir dari Muara Gembong, Bekasi, ke Cilincing, Jakarta Utara, dan kapal pandunya terhempas sejauh 500 meter ke arah pantai pada pukul 06.30. ”Padahal, jarak kapal dari pantai semula sekitar 600 meter,” kata Harom yang juga dibenarkan Ketua RW 07 Marunda Aman Bogor.
Gelombang pasang itu menyeret kapal tanker pengangkut BBM milik Pertamina yang baru bertolak dari Marunda ke timur sejauh 1 kilometer. Kapal tanker itu akhirnya terdampar di muara Banjir Kanal Timur. Menurut Jumata, salah satu petugas Pertamina yang datang ke Marunda, kapal itu berdaya angkut sebanyak 300 ton BBM.
Menurut Ketua Nelayan Mina Marunda Mandiri Sueb Mahbub, kapal tanker yang terseret gelombang itu juga menyapu 180 buah bagan dan sero. Kapal tongkang dengan kapal pandunya menghancurkan 25 bagan dan sero.
Selain itu, tanggul pengaman pasar ikan Muara Angke pun jebol di empat lokasi pada sekitar pukul 08.30. Akibatnya, tempat pelelangan ikan (TPI), permukiman nelayan dan pasar ikan, serta Kkantor Ppengelola Muara Angke tergenang hingga setinggi 60-70 cm.
”Air naik sejak subuh, tetapi gelombang pasang mulai mengganas sekitar pukul 08.30. Pada saat itu, tanggul pengaman pantai di dekat TPI Muara Angke jebol di dua tempat. Sejak itu air laut pasang mengalir dengan deras ke dalam kawasan pasar ikan," kata Darminto (30), nelayan di Pasar Ikan Muara Angke.
Kepala TPI Muara Angke Hasan Syamsudin dan Lurah Pluit Sugiarjo Timbo secara terpisah menjelaskan, ada empat lokasi tanggul yang jebol. Panjang tanggul yang jebol di masing-masing lokasi 4-10 meter. Air laut masuk dengan bebas ke dalam kawasan Muara Angke, baik di pasar ikan maupun permukiman nelayan. (NAW/CAL/REN/ROW)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang