LASEM, RABU — Hujan selama sehari semalam di Pegunungan dan Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengakibatkan Sungai Bajang meluap. Kejadian itu membuat sejumlah petani bandeng di daerah aliran sungai itu pontang-panting memanen bandeng lebih awal.
Petani bandeng Desa Tasiksono, Kecamatan Lasem, Mundofar (53), Rabu (14/1) di Lasem, mengatakan, banjir bandang terjadi sekitar pukul 05.00. Luapan air sungai mengakibatkan tambaknya di Desa Sendangasri kebanjiran. Ia terpaksa memanen bandeng yang berumur empat bulan. Padahal, pada umumnya para petani memanen bandeng saat berumur enam bulan. "Saya takut bandeng terbawa banjir seperti tahun lalu," kata dia.
Petani bandeng lain, Rustamaji (45), memanen pula bandeng yang baru berusia tiga bulan. Padahal, jarak Sungai Bajang dengan tambaknya masih cukup jauh, sekitar 500 meter. "Tambak-tambak dekat sungai sudah terendam air, saya takut air melimpas ke tambak saya, apalagi hujan kerap terjadi di Pegunungan Lasem," kata dia.
Menurut pemilik setengah hektar tambak itu, petani tidak akan untung memanen bandeng lebih awal. Harga bandeng berumur tiga bulan Rp 8.000 per kilogram, sedangkan jika dipanen normal, umur enam bulan, Rp 13.000-Rp 15.000 per kilogram. "Yang penting balik modal atau untung sedikit ketimbang tidak panen sama sekali," ujar Rustamaji.
Sungai Bajang merupakan sungai kecil yang berada di timur Jalan Pantura Bonang-Lasem. Sungai itu berhilir di Pegunungan Lasem. Pada tahun kemarin, luapan sungai itu merendam Jalan Pantura, sekolah, permukiman, sawah, dan tambak. Banjir kali ini hanya merendam sebagian kecil tambak, sawah, dan halaman SMP Negeri 2 Lasem.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang