Banjir Bandang, Petani Bandeng Panen Awal

Kompas.com - 14/01/2009, 15:56 WIB

LASEM, RABU — Hujan selama sehari semalam di Pegunungan dan Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengakibatkan Sungai Bajang meluap. Kejadian itu membuat sejumlah petani bandeng di daerah aliran sungai itu pontang-panting memanen bandeng lebih awal.

Petani bandeng Desa Tasiksono, Kecamatan Lasem, Mundofar (53), Rabu (14/1) di Lasem, mengatakan, banjir bandang terjadi sekitar pukul 05.00. Luapan air sungai mengakibatkan tambaknya di Desa Sendangasri kebanjiran. Ia terpaksa memanen bandeng yang berumur empat bulan. Padahal, pada umumnya para petani memanen bandeng saat berumur enam bulan. "Saya takut bandeng terbawa banjir seperti tahun lalu," kata dia.

Petani bandeng lain, Rustamaji (45), memanen pula bandeng yang baru berusia tiga bulan. Padahal, jarak Sungai Bajang dengan tambaknya masih cukup jauh, sekitar 500 meter. "Tambak-tambak dekat sungai sudah terendam air, saya takut air melimpas ke tambak saya, apalagi hujan kerap terjadi di Pegunungan Lasem," kata dia.

Menurut pemilik setengah hektar tambak itu, petani tidak akan untung memanen bandeng lebih awal. Harga bandeng berumur tiga bulan Rp 8.000 per kilogram, sedangkan jika dipanen normal, umur enam bulan, Rp 13.000-Rp 15.000 per kilogram. "Yang penting balik modal atau untung sedikit ketimbang tidak panen sama sekali," ujar Rustamaji.

Sungai Bajang merupakan sungai kecil yang berada di timur Jalan Pantura Bonang-Lasem. Sungai itu berhilir di Pegunungan Lasem. Pada tahun kemarin, luapan sungai itu merendam Jalan Pantura, sekolah, permukiman, sawah, dan tambak. Banjir kali ini hanya merendam sebagian kecil tambak, sawah, dan halaman SMP Negeri 2 Lasem.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau