Wagub Sosialisasikan Jam Masuk Kantor Jakbar dan Jaktim

Kompas.com - 16/01/2009, 13:14 WIB

JAKARTA, JUMAT — Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto kembali menyosialisasikan pengaturan jam masuk kantor bagi pengelola atau pemilik gedung di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

“Pengaturan ini sifatnya imbauan, jadi memang tak memaksa sifatnya. Yang jelas membutuhkan kesadaran bagaimana menggunakan jalan itu bergantian,” kata Prijanto dalam diskusi Mengurai Kemacetan di Balai Agung, Jakarta, Jumat (16/1).

Ia mengatakan, imbauan ini untuk pengelola atau pemilik gedung yang menyewakan tempat untuk kantor-kantor swasta di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur untuk dapat mengatur jam masuk kantor, pukul 08.00. Bagi perkantoran di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat dapat menerapkan jam masuk kantor pada pukul 07.30.

“Bagi kantor yang sudah menerapkan jam masuk kantor sesuai aturan, saya ucapkan terima kasih dan tetap dipertahankan. Namun, bagi yang belum, demi kenyamanan bersama dapat menerapkan. Kecuali memang perusahaan tersebut berhubungan dengan beberapa pihak yang tak memungkinkan jam masuk kantor seperti yang diimbau,” katanya.

Imbauan ini, kata Prijanto, sebagai upaya holistik untuk mengurai kemacetan di Jakarta, termasuk menerapkan jam masuk sekolah pukul 06.30. Adapun jam masuk kantor pemerintah tetap pada pukul 08.00.

“Kami sudah memperkirakan jeda sekitar 1 jam untuk dapat mengurai kemacetan. Jadi, imbauan ini sifatnya tak memaksa karena saya tak mau mengganggu iklim usaha. Intinya, imbauan ini sifatnya lebih luwes,” tutur Prijanto.

Sebelumnya, menurut Prijanto, imbauan ini berdasarkan hasil survei dan kajian PT Pamintory Cipta (kemitraan dengan Pemprov DKI Jakarta), pengguna jalan paling banyak untuk keperluan ke tempat kerja mencapai 734.601 atau sekitar 48 persen dan ke sekolah sebesar 221.788 orang atau 14 persen. Dari kontributor terbesar perjalanan ke tempat kerja, sektor swasta mencapai 44 persen dan pemerintah hanya 4 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau