Toyota Potong Produksi, Nissan Alihkan ke Thailand

Kompas.com - 16/01/2009, 16:29 WIB

TOKYO, JUMAT — Dua pabrikan mobil di Jepang, Toyota Motor Corp (TMC) dan Nissan Motor Co (NMC), Jumat (16/1) mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan produksi kendaraan. Tujuannya menekan biaya operasional untuk meningkatkan laba, mengingat krisis ekonomi global yang diperkirakan belum pulih sampai akhir tahun ini.

Toyota sebagai produsen mobil terbesar di dunia mengambil langkah dengan mengurangi produksinya di beberapa pabrik di Amerika Utara selama beberapa bulan dalam upaya mengurangi setengah dari inventaris kendaraannya.

Para industri otomotif kini sedang bergelut lantaran merosotnya penjualan di pasar-pasar Amerika Utara, Eropa, dan Jepang. Kondisi itu juga menjangkit sampai ke India, China, dan Rusia.  

Toyota telah memperingatkan bahwa perusahaannya akan mencatat kerugian operasional tahunan yang pertama kalinya di tahun fiskal ini. Pihaknya menambahkan bahwa inventaris kendaraan di pabrik Amerika Utara-nya berkisar antara 80 dan 90 hari. Pihaknya berharap,  pemotongan separuh dari total produksi dalam kuartal kedua tahun ini.

Pekan lalu, Toyota mengatakan bahwa perusahaannya akan menghentikan produksi pada pabrik-pabriknya yang tersebar di Jepang selama 11 hari dari Februari hingga Maret. “Persediaan stok kendaraan sekarang ini mencapai level tertinggi buat Toyota. Hal ini disebabkan penjualan anjlok 30 sampai 40 persen setiap bulannya,” bilang analis Okasan Securities, Yasuaki Iwamoto.

Tak ada pilihan lain bagi Toyota untuk mengurangi jumlah produksinya di Amerika Utara, termasuk kendaraan yang penjualannya terbaik, seperti Toyota Camry dan Corolla. Kemudian, mereka juga menunda berjalannya pabrik baru di Mississippi untuk memproduksi Prius hybrid mulai 2010.

Produksi pindah ke Thailand
Adapun produsen mobil terbesar ketiga di Jepang, Nissan, nasibnya serupa dengan Toyota. Di bawah kepemimpinan Carlos Ghosn sebagai Chief Executive Officer (CEO) sejak 1999, hal itu tercatat sebagai kerugian operasional pertama.

Dengan terjadinya krisis ekonomi global, Nissan terpaksa memotong biaya produksi sebesar 30 persen. Kemudian, proyek produksi sedan subkompak Nissan March dialihkan ke Thailand dengan harapan bisa sekaligus memproduksi lebih banyak suku cadangnya.

Menguatnya nilai yen terhadap dollar membuat Nissan Jepang mengimpor kendaraannya. Kebijakan lainnya adalah memotong biaya pengembangan sebesar 20 persen untuk program lima tahun ke depan.

Jurubicara Nissan, Yuko Matsuda, mengatakan bahwa ia belum bisa memberi komentar mengenai rencana produksi mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau