Pantau Pemilu, Bawaslu Akan Libatkan Mahasiswa KKN

Kompas.com - 19/01/2009, 18:33 WIB

JAKARTA, SENIN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan melibatkan mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dalam upaya pengawasan pelaksanaan pemilu. Sore ini Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini meminta persetujuan Mendiknas Bambang Sudibyo untuk melakukan pendekatan dengan perguruan tinggi.

"Kita memang telah melakukan kontak dengan beberapa perguruan tinggi, jadi kunjungan ini istilahnya 'kulonuwun' dengan Mendiknas atas rencana ini," ujar Hidayat seusai pertemuan kepada wartawan di Gedung Pusat Depdiknas, Jakarta, Senin
(19/1).

Ia menambahkan saat ini memang membutuhkan personel untuk melakukan pengawasan pada tahapan pemilu seperti pemungutan suara, penghitungan suara dan pergerakan surat suara dari TPS ke PPK.

Saat ini berdasar data Bawaslu, menurut Hidayat, satu pengawas lapangan itu melakukan pengawasan terhadap 8 TPS, padahal idealnya ya satu pengawas di tiap TPS. "Untuk memenuhi kebutuhan itulah kami minta tambahan tenaga dari mahasiswa KKN baik dari PTN atau PTS," katanya.

Dikatakan Hidayat, telah disiapkan payung hukum untuk kerjasama dengan perguruan tinggi. "Nanti bentuknya MoU dengan beberapa perguruan tinggi terutama di daerah-daerah yang TPS-nya rawan terjadi penyimpangan, daerah mana saja dan perguruan tinggi apa baru kita siapkan," tuturnya.

Selain itu, Hidayat juga memaparkan beberapa perguruan inggi di Semarang dan Jogja sudah menyatakan kesediaan untuk menjalin kerjasama.

Mengenai daerah yang sangat kurang tenaga pengawas tambahan, Hidayat hanya menyinggung beberapa propinsi seperti Sumut, Papua dan desa-desa yakni Gunung
Kidul.

"Kami juga akan melakukan pelatihan bagi mahasiswa yang kan mengikuti tenaga tambahan pengawas pemilu ini, semua rencananya termasuk biaya sudah kita siapkan," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau