KOTA GAZA, RABU — Pesawat Israel menyerang terowongan yang digunakan untuk menyelundupkan barang dan senjata di perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir, Rabu (28/1). Hal ini dikatakan penduduk kota kecil Jalur Gaza, Rafah, dan pejabat keamanan Hamas.
Penduduk Rafah mulai meninggalkan rumah mereka dalam kepanikan saat pesawat itu tiga kali menyerang sebelum fajar, kata beberapa pejabat Hamas. Belum ada keterangan mengenai korban jiwa.
Sementara itu, perempuan juru bicara militer Israel mengatakan, ia sedang memeriksa laporan tersebut. Serangan itu dilancarkan sebagai reaksi nyata terhadap serangan hari Selasa oleh pejuang di Jalur Gaza terhadap satu kendaraan militer Israel yang terkena bom pinggir jalan sewaktu berpatroli di perbatasan Jalur Gaza. Serangan itu menewaskan seorang prajurit dan melukai tiga orang lagi.
Satu serangan udara tak lama setelah itu menewaskan satu orang Palestina yang sedang mengendarai sepeda motor. Tapi Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan, Selasa malam, bahwa itu "hanyalah reaksi awal" dan reaksi penuh Israel masih akan datang, demikian laporan media Israel di laman Internet mereka.
Militer Israel menyatakan, pesawatnya menyerang "banyak terowongan" selama agresi 22 hari di daerah kantung pantai tersebut, yang berakhir awal bulan ini dan menewaskan lebih dari 1.300 orang Palestina, sementara di pihak Israel, 13 orang tewas.
Israel memulai serangannya ke Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas, pada 27 Desember. Israel menyatakan "ingin menghentikan penembakan roket gerilyawan ke kota kecil Israel yang berdekatan dengan Jalur Gaza".
Hamas dan Israel mengumumkan gencatan senjata terpisah dan sedang berunding dengan Mesir sebagai penengah mengenai gencatan senjata jangka panjang. Hamas ingin Israel mencabut blokadenya atas Jalur Gaza, sementara Israel menghendaki jaminan bahwa Hamas tidak lagi menembakkan roket ke berbagai kota kecil Israel.
Sebanyak 115 warga Palestina dilaporkan hilang dalam konflik di Jalur Gaza, kata Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Selasa.