Pesawat Israel Serang Terowongan di Gaza

Kompas.com - 28/01/2009, 10:41 WIB

KOTA GAZA, RABU — Pesawat Israel menyerang terowongan yang digunakan untuk menyelundupkan barang dan senjata di perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir, Rabu (28/1). Hal ini dikatakan penduduk kota kecil Jalur Gaza, Rafah, dan pejabat keamanan Hamas.
   
Penduduk Rafah mulai meninggalkan rumah mereka dalam kepanikan saat pesawat itu tiga kali menyerang sebelum fajar, kata beberapa pejabat Hamas. Belum ada keterangan mengenai korban jiwa.
   
Sementara itu, perempuan juru bicara militer Israel mengatakan, ia sedang memeriksa laporan tersebut. Serangan itu dilancarkan sebagai reaksi nyata terhadap serangan hari Selasa oleh pejuang di Jalur Gaza terhadap satu kendaraan militer Israel yang terkena bom pinggir jalan sewaktu berpatroli di perbatasan Jalur Gaza. Serangan itu menewaskan seorang prajurit dan melukai tiga orang lagi.
   
Satu serangan udara tak lama setelah itu menewaskan satu orang Palestina yang sedang mengendarai sepeda motor. Tapi Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan, Selasa malam, bahwa itu "hanyalah reaksi awal" dan reaksi penuh Israel masih akan datang, demikian laporan media Israel di laman Internet mereka.
   
Militer Israel menyatakan, pesawatnya menyerang "banyak terowongan" selama agresi 22 hari di daerah kantung pantai tersebut, yang berakhir awal bulan ini dan menewaskan lebih dari 1.300 orang Palestina, sementara di pihak Israel, 13 orang tewas.
   
Israel memulai serangannya ke Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas, pada 27 Desember. Israel menyatakan "ingin menghentikan penembakan roket gerilyawan ke kota kecil Israel yang berdekatan dengan Jalur Gaza".
   
Hamas dan Israel mengumumkan gencatan senjata terpisah dan sedang berunding dengan Mesir sebagai penengah mengenai gencatan senjata jangka panjang. Hamas ingin Israel mencabut blokadenya atas Jalur Gaza, sementara Israel menghendaki jaminan bahwa Hamas tidak lagi menembakkan roket ke berbagai kota kecil Israel.
   
Sebanyak 115 warga Palestina dilaporkan hilang dalam konflik di Jalur Gaza, kata Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Selasa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau