Laporan wartawan Kompas Runik Sri Astuti
KEDIRI, RABU — Sedikitnya dua desa di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, porak poranda diterjang angin puting beliung. Belasan bangunan rumah rusak. Selain itu juga sebuah bangunan Pondok Pesantren Nurul Huda dan Panti Asuhan Budi Mulya berantakan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Akan tetapi, beberapa santri terluka akibat tertimpa atap bangunan pondok. Kerugian secara material akibat rusaknya bangunan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Rodhiyah, istri Habibullah, pengasuh Ponpes Nurul Huda, mengatakan, ada sekitar lima santri yang luka ringan. Mereka terkena serpihan atap pondok yang tersingkap oleh angin. "Pada saat kejadian, santri-santri sedang mengaji. Tiba-tiba angin kencang menerbangkan atap pondok. Sebagian atap yang rusak itu jatuh tepat mengenai sejumlah santri yang tidak sempat lari ke luar ruangan," ujarnya.
Ismail (36), warga Dusun Singgahan, Desa Pelem, salah satu warga yang rumahnya rusak, mengatakan, terjangan angin puting beliung terjadi Rabu (28/1) dini hari sekitar pukul 03.00. "Ketika itu hujan gerimis, tidak deras. Tetapi tiba-tiba angin bertiup kencang dari arah utara ke selatan. Kejadian hanya berlangsung tiga menit, setelah itu terdengar orang-orang berteriak dan pohon-pohon bertumbangan," ujarnya.
Angin kencang merubuhkan teras rumah Ismail dan menimpa sepeda motornya yang sedang diparkir. Selain itu, kebun bunga miliknya juga tak luput dari terjangan angin. Atap dan bangunan kiosnya pun rubuh.
Angin puting beliung yang menerpa Panti Asuhan Budi Mulya mengakibatkan bangunan sekolah madrasah rusak, tepatnya pada bagian atap. Umayah, pengasuh panti asuhan, mengatakan, untuk sementara kegiatan belajar diliburkan karena sekolah yang menampung sekitar 70 anak-anak panti asuhan itu sedang diperbaiki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang