JAKARTA, RABU — Kemesraan Megawati Soekarnoputri dan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diisukan akan berduet menjadi pasangan capres dan cawapres dalam pemilu mendatang mendapat kecaman dari pengurus Partai Golkar. Salah satunya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar Bidang Hukum Muladi yang menuding Sultan telah melanggar disiplin partai. Lebih dari itu, Sultan pun disebut telah membelot dari partai berlambang pohon beringin.
Menanggapi kegeraman Muladi ini, Sultan tak akan mempersoalkannya. Hal tersebut disampaikan istri Sultan, Gusti Kanjeng Ratu Hemas yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Itu biar saja mereka bicara, tidak ada masalah. Masa itu dikategorikan sebagai pembelotan. Orang yang menyebutkan itu merasa terganggu saja," paparnya dengan tenang seusai rapat dengar pendapat dengan Panitia Ad Hoc (PAH) I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Rabu (28/1).
Menurut dia, Sultan telah memperoleh izin dari Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk maju sebagai capres 2009 mendatang. "Lho, ini kan sudah mendapat izin dari Pak Kalla. Yang penting itu. Jadi mau siapa pun bicara ya biarkan saja," sergahnya.
Lebih lanjut Hemas menambahkan, Sultan pun tidak ada niatan untuk mundur dari kepengurusan di Partai Golkar. "Tidak ada Sultan mundur, karena kita tidak membelot dari Golkar," urainya.
Perkembangan politik nasional yang semakin panas ini memicu Wakil Ketua DPP Partai Golkar yang juga Ketua DPR RI Agung Laksono mendesak DPP Golkar mempercepat penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk pemilu 2009 pada rapat pertengahan Februari mendatang. Hemas mengaku, Sultan pun menerima undangan atas rapat yang akan digelar pada pertengahan Februari ini.
Terkait pinangan PDI-P sebagai cawapres, Sultan tidak memberikan pernyataan kesediaan. Bahkan, menurut Ratu Hemas, Sultan tetap bersikukuh tidak akan mencalonkan diri selaku orang nomor dua di Tanah Air pada Pilpres 2009.
"Beliau maju dengan deklarasi itu untuk menjadi capres, dan bukannya cawapres," kata Ratu Hemas. Ia menjelaskan, pertemuan Sri Sultan dengan Megawati Soekarnoputri beberapa kali sebelum Rakernas PDI-P merupakan pertemuan putra-putri tokoh bangsa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang