MANADO, SABTU — Perusakan atribut partai politik (parpol) dan baliho milik sejumlah calon anggota legislatif (caleg) di Manado kian marak sehingga meresahkan sejumlah pengurus partai.
Sejumlah baliho dan spanduk ukuran besar yang terpampang di beberapa sudut kota, mengalami kerusakan cukup parah dengan dugaan dilakukan oknum tertentu, seperti baliho yang berada di Kelurahan Malalayang, Sario, Jalan Samratulangi, dan Jalan Piere Tendean, Kelurahan Tuminting.
Kerusakan atribut parpol dan caleg diduga terjadi atas unsur kesengajaan orang karena di daerah tersebut tidak ada angin badai yang menyebabkan kondisi tersebut, kata Wiliam, salah satu warga yang menyaksikan kerusakan atribut.
Fungsionaris Partai Golkar Sulut, Herry Kereh, yang baliho dan spanduknya dirusaki oknum tertentu, mengatakan, kasus tersebut seharusnya diusut pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) karena sudah menjadi pelanggaran pemilu.
Kehadiran atribut politik sudah bagian dari tahapan pemilu, yakni kampanye terbatas atau sosialisasi kepada masyarakat, kata Kereh, yang juga caleg DPRD Sulut dari daerah pemilihan Manado dengan nomor urut tiga.
Ketua DPW Partai Damai Sejahtera (PDS) Sulut, Arthur Kotambunan, mengecam aksi perusakan atribut parpol dan itu sudah bagian dari tindakan black campaign (kampanye hitam).
Menurutnya, ada dugaan aksi perusakan atribut parpol dari kelompok tertentu hanya untuk menciptakan instabilitas di daerah sehingga tindakan tersebut disesalkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang