BOJONEGORO, MINGGU — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memberlakukan siaga II menghadapi banjir Bengawan Solo di wilayahnya. Ketinggian air di papan duga terus merangkak naik mencapai 14,32 meter di Bojonegoro, Ahad pukul 06.00, dan di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, 29,35 meter (siaga II), pukul 06.00, tertinggi selama musim hujan ini.
Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Muljono, seperti dikutip kantor berita Antara, Minggu (1/2) pagi, menjelaskan, puncak ketinggian air di Bojonegoro diperkirakan terjadi siang ini hingga sore hari.
Dampak air banjir dari daerah hulu tersebut memengaruhi debit banjir di daerah hilir Bojonegoro, diperkirakan bisa mencapai kisaran 15,00 m (siaga III). Sepanjang tidak ada tambahan hujan di sepanjang Daerah Aliran (DAS) Bengawan Solo di daerah hulu.
"Sejauh ini kondisi masih terkendali, tetapi kita tetap waspada, sebab tidak tertutup kemungkinan di daerah hulu hari ini turun hujan,"katanya.
Menurut dia, banjir yang mulai merambah daerah bantaran Bengawan Solo di Bojonegoro, kondisi yang paling rawan yakni di wilayah Kanor. Di wilayah itu, ada tiga titik berupa tanggul kanan yang kondisinya masih rawan di Desa Kanor dan Semambung, karena penanganannya masih darurat. "Tiga titik tanggul tersebut rawan jebol," katanya.
Sebelum ini, warga di sembilan desa di Kecamatan Kanor, telah melakukan penanganan memperkuat tanggul secara gotong royong dengan memasang karung plastik yang diisi tanah dan pasir.
Tetapi, lanjutnya, kondisi tanggul di tiga titik tersebut masih dibutuhkan penanganan lanjutan. Sebab, kalau jebol luapan air banjir Bengawan Solo, selain merendam pemukiman warga di Kecamatan Kanor, juga merendam areal pertanian seluas 4.000 ha, termasuk areal pertanian di wilayah Kecamatan Baureno, seluas 3.000 ha.
Sementara itu,kewaspadaan juga dilakukan Bupati Bojonegoro, Suyoto, yang mengumpulkan seluruh jajarannnya termasuk 17 camat yang daerahnya dilalui Bengawan Solo dan menjadi langganan banjir Bengawan Solo, Sabtu malam.
Dalam arahannya, Suyoto meminta semua camat menyosialisasikan keadaan kemungkinan datangnya banjir Bengawan Solo sekaligus meminta masyarakat tetap tenang. Suyoto juga memantau kondisi banjir di Bojonegoro yang sudah mulai memasuki pekarangan rumah warga di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan.
Yang jelas, menurut petugas piket banjir Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo, Haryono, pemantauan air, baik di Karangnongko maupun Bojonegoro, juga lokasi titik lainnya di daerah hilir dilakukan setiap jam sekali.
Sebab, sekarang ini kondisi ketinggian air di Karangnongko meningkat dengan tajam akibat mendapatkan air dari wilayah Sragen, Jawa Tengah, dan Kali Madiun.
Sementara itu, dilaporkan ditemukan mayat seorang wanita yang belum diketahui identitasnya dalam keadaan mengambang di perairan Bengawan Solo di Desa Ndengok, Kecamatan Padangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang