Bojonegoro Siaga II Banjir Bengawan Solo

Kompas.com - 01/02/2009, 08:24 WIB

BOJONEGORO, MINGGU — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memberlakukan siaga II menghadapi banjir Bengawan Solo di wilayahnya. Ketinggian air di papan duga terus merangkak naik mencapai 14,32 meter di Bojonegoro, Ahad pukul 06.00, dan di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, 29,35 meter (siaga II), pukul 06.00, tertinggi selama musim hujan ini.
    
Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Muljono, seperti dikutip kantor berita Antara, Minggu (1/2) pagi, menjelaskan, puncak ketinggian air di Bojonegoro diperkirakan terjadi siang ini hingga sore hari.
    
Dampak air banjir dari daerah hulu tersebut memengaruhi debit banjir di daerah hilir Bojonegoro, diperkirakan bisa mencapai kisaran 15,00 m (siaga III). Sepanjang tidak ada tambahan hujan di sepanjang Daerah Aliran (DAS) Bengawan Solo di daerah hulu.

"Sejauh ini kondisi masih terkendali, tetapi kita tetap waspada, sebab tidak tertutup kemungkinan di daerah hulu hari ini turun hujan,"katanya.

Menurut dia, banjir yang mulai merambah daerah bantaran Bengawan Solo di Bojonegoro, kondisi yang paling rawan yakni di wilayah Kanor. Di wilayah itu, ada tiga titik berupa tanggul kanan yang kondisinya masih rawan di Desa Kanor dan Semambung, karena penanganannya masih  darurat. "Tiga titik tanggul tersebut rawan jebol," katanya.
    
Sebelum ini, warga di sembilan desa di Kecamatan Kanor, telah melakukan penanganan memperkuat tanggul secara gotong royong dengan memasang karung plastik yang diisi tanah dan pasir.

Tetapi, lanjutnya, kondisi tanggul di tiga titik tersebut masih dibutuhkan penanganan lanjutan. Sebab, kalau jebol luapan air banjir Bengawan Solo, selain merendam pemukiman warga di Kecamatan Kanor, juga merendam areal pertanian seluas 4.000 ha, termasuk areal pertanian di wilayah Kecamatan Baureno, seluas 3.000 ha.

Sementara itu,kewaspadaan juga dilakukan Bupati Bojonegoro, Suyoto, yang mengumpulkan seluruh jajarannnya termasuk 17 camat yang daerahnya dilalui Bengawan Solo dan menjadi langganan banjir Bengawan Solo, Sabtu malam.

Dalam arahannya, Suyoto meminta semua camat menyosialisasikan keadaan kemungkinan datangnya banjir Bengawan Solo sekaligus meminta masyarakat tetap tenang. Suyoto juga memantau kondisi banjir di Bojonegoro yang sudah mulai memasuki pekarangan rumah warga di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan.

Yang jelas, menurut petugas piket banjir Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo, Haryono, pemantauan air, baik di Karangnongko maupun Bojonegoro, juga lokasi titik lainnya di daerah hilir dilakukan setiap jam sekali.

Sebab, sekarang ini kondisi ketinggian air di Karangnongko meningkat dengan tajam akibat mendapatkan air dari wilayah Sragen, Jawa Tengah, dan Kali Madiun.

Sementara itu, dilaporkan ditemukan mayat seorang wanita yang belum diketahui identitasnya dalam keadaan mengambang di perairan Bengawan Solo di Desa Ndengok, Kecamatan Padangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau