Mobil F1 Toyota dan Williams Tidak Sesuai Regulasi

Kompas.com - 01/02/2009, 09:19 WIB

JAKARTA, MINGGU — Regulasi baru yang dikeluarkan FIA, di antaranya pemakaian ban jenis slick kembali dan mengurangi downforce dan meningkatkan kecepatan di tikungan, mulai menuai protes. Sejumlah tim coba melanggar aturan itu, dan ini biasa di F1. Sebelum lomba dimulai, tim mencoba bagian tertentu dari mobil yang tidak sesuai dengan peraturan.

Jika sebelumnya Ferrari dituding menggunakan sistem knalpot ilegal, kini giliran kubu Williams dan Toyota mendapat sorotan. Terutama pada bagian diffuser yang desainnya sangat radikal sekali.

Hal ini terungkap ketika kedua tim melakukan uji coba di Sirkuit Portimao, Portugal, beberapa minggu lalu. Paling ekstrem justru punya Williams yang rancangannya model "double decker". Adapun Toyota hanya bagian tengah, tetapi ditegaskan kemudian juga sama dengan Williams.

Direktur teknik kedua tim ketika di Portimao menegaskan bahwa desain diffuser mereka tidak melanggar regulasi. Memang, dengan adanya regulasi baru ini, daya cengkeram mobil berkurang sampai 50 persen. Mau tak mau, tim bekerja keras untuk mendapatkannya kembali dengan berbagai ubahan. Termasuk bagian belakang, seperti rancangan diffuser.

Aturan baru diffuser dari FIA yakni panjang 350 mm, tinggi 175 mm, dan luasnya 1.000 mm; seperti yang terdapat pada McLaren MP4-24. Adapun pada Toyota, sisi kiri dan kanan diffuser sudah mengikuti aturan, hanya bagian tengahnya lebih tinggi sampai 225 mm yang cukup berpengaruh dalam mendapatkan daya cengkeram buat belakang. Sementara itu, Williams masih mengandalkan model lama.

FIA sendiri tidak akan mengganggu tim-tim yang sedang melakukan uji coba. Termasuk soal regulasi, badan dunia sport otomotif itu tidak membatasi regulasi, tapi ketika berlomba semua harus sesuai peraturan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau