JAKARTA, MINGGU — Regulasi baru yang dikeluarkan FIA, di antaranya pemakaian ban jenis slick kembali dan mengurangi downforce dan meningkatkan kecepatan di tikungan, mulai menuai protes. Sejumlah tim coba melanggar aturan itu, dan ini biasa di F1. Sebelum lomba dimulai, tim mencoba bagian tertentu dari mobil yang tidak sesuai dengan peraturan.
Jika sebelumnya Ferrari dituding menggunakan sistem knalpot ilegal, kini giliran kubu Williams dan Toyota mendapat sorotan. Terutama pada bagian diffuser yang desainnya sangat radikal sekali.
Hal ini terungkap ketika kedua tim melakukan uji coba di Sirkuit Portimao, Portugal, beberapa minggu lalu. Paling ekstrem justru punya Williams yang rancangannya model "double decker". Adapun Toyota hanya bagian tengah, tetapi ditegaskan kemudian juga sama dengan Williams.
Direktur teknik kedua tim ketika di Portimao menegaskan bahwa desain diffuser mereka tidak melanggar regulasi. Memang, dengan adanya regulasi baru ini, daya cengkeram mobil berkurang sampai 50 persen. Mau tak mau, tim bekerja keras untuk mendapatkannya kembali dengan berbagai ubahan. Termasuk bagian belakang, seperti rancangan diffuser.
Aturan baru diffuser dari FIA yakni panjang 350 mm, tinggi 175 mm, dan luasnya 1.000 mm; seperti yang terdapat pada McLaren MP4-24. Adapun pada Toyota, sisi kiri dan kanan diffuser sudah mengikuti aturan, hanya bagian tengahnya lebih tinggi sampai 225 mm yang cukup berpengaruh dalam mendapatkan daya cengkeram buat belakang. Sementara itu, Williams masih mengandalkan model lama.
FIA sendiri tidak akan mengganggu tim-tim yang sedang melakukan uji coba. Termasuk soal regulasi, badan dunia sport otomotif itu tidak membatasi regulasi, tapi ketika berlomba semua harus sesuai peraturan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang