Antisipasi Longsor di Prambanan

Kompas.com - 02/02/2009, 20:51 WIB

SLEMAN, SENIN — Semakin intensifnya curah hujan yang turun belakangan ini serta bencana longsor yang telah terjadi di beberapa daerah membuat pemerintah kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, meningkatkan kewaspadaan. Kecamatan Prambanan sebagai wilayah dengan kondisi paling rawan longsor menjadi fokus utama persiapan mitigasi bencana.  

"Berdasarkan informasi yang kami terima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak curah hujan diperkirakan terjadi pada Februari ini. Maka kami meningkatkan kewaspadaan longsor di Kecamatan Prambanan," ujar Kepala Dinas Pengairan, Pertambangan, dan Penanggulangan Bencana Alam (P3BA) Sleman Widi Sutikno, Senin (2/2).

Saat ini, terdapat delapan dusun dari empat desa yang terancam bahaya longsor di Kecamatan Prambanan dengan total keluarga yang tinggal di wilayah rawan longsor mencapai 271 keluarga. Keempat desa itu adalah Gayamharjo, Wukirharjo, Sambirejo, dan Sumberharjo.

"Keempat desa itu terletak di wilayah perbukitan terjal dengan karakter tanah tidak stabil dan banyak terdapat batu-batu besar, apalagi di wilayah itu terdapat patahan pascagempa 2006 yang menyebabkan struktur tanah tidak sempurna," ujar Widi.

Peningkatan kewaspadaan dilakukan dengan memonitor penuh kondisi Kecamatan Prambanan selama 24 jam sehari bekerja sama dengan masyarakat setempat yang membentuk tim piket ronda. Dinas P3BA juga meminjamkan perangkat handy talkie (HT) kepada setiap dukuh yang berada di wilayah rawan longsor untuk memudahkan komunikasi.

Widi menambahkan, pihaknya juga menerapkan sistem mitigasi bencana terpadu yang berisikan pedoman tentang apa yang harus dilakukan warga ketika terjadi bencana longsor, seperti pemberian peringatan dini dan titik-titik aman pengungsian. "Semua itu telah disosialisasikan kepada warga," ujarnya.  

Dari catatan Kompas, bencana longsor terakhir di Prambanan terjadi pada 19 Februari 2008. Saat itu, enam batu besar berjatuhan dari atas bukit akibat tanah yang longsor di Dusun Cepit, Bokoharjo. Beruntung, batu-batu itu jatuh di tanah kosong dan tidak menimpa rumah penduduk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau