SLEMAN, SENIN — Semakin intensifnya curah hujan yang turun belakangan ini serta bencana longsor yang telah terjadi di beberapa daerah membuat pemerintah kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, meningkatkan kewaspadaan. Kecamatan Prambanan sebagai wilayah dengan kondisi paling rawan longsor menjadi fokus utama persiapan mitigasi bencana.
"Berdasarkan informasi yang kami terima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak curah hujan diperkirakan terjadi pada Februari ini. Maka kami meningkatkan kewaspadaan longsor di Kecamatan Prambanan," ujar Kepala Dinas Pengairan, Pertambangan, dan Penanggulangan Bencana Alam (P3BA) Sleman Widi Sutikno, Senin (2/2).
Saat ini, terdapat delapan dusun dari empat desa yang terancam bahaya longsor di Kecamatan Prambanan dengan total keluarga yang tinggal di wilayah rawan longsor mencapai 271 keluarga. Keempat desa itu adalah Gayamharjo, Wukirharjo, Sambirejo, dan Sumberharjo.
"Keempat desa itu terletak di wilayah perbukitan terjal dengan karakter tanah tidak stabil dan banyak terdapat batu-batu besar, apalagi di wilayah itu terdapat patahan pascagempa 2006 yang menyebabkan struktur tanah tidak sempurna," ujar Widi.
Peningkatan kewaspadaan dilakukan dengan memonitor penuh kondisi Kecamatan Prambanan selama 24 jam sehari bekerja sama dengan masyarakat setempat yang membentuk tim piket ronda. Dinas P3BA juga meminjamkan perangkat handy talkie (HT) kepada setiap dukuh yang berada di wilayah rawan longsor untuk memudahkan komunikasi.
Widi menambahkan, pihaknya juga menerapkan sistem mitigasi bencana terpadu yang berisikan pedoman tentang apa yang harus dilakukan warga ketika terjadi bencana longsor, seperti pemberian peringatan dini dan titik-titik aman pengungsian. "Semua itu telah disosialisasikan kepada warga," ujarnya.
Dari catatan Kompas, bencana longsor terakhir di Prambanan terjadi pada 19 Februari 2008. Saat itu, enam batu besar berjatuhan dari atas bukit akibat tanah yang longsor di Dusun Cepit, Bokoharjo. Beruntung, batu-batu itu jatuh di tanah kosong dan tidak menimpa rumah penduduk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang