Bruni, Presiden di Balik Layar Perancis

Kompas.com - 03/02/2009, 10:17 WIB

Ibu negara Perancis, Carla Bruni, punya pengaruh besar dalam penentuan kebijakan politik Presiden Nicolas Sarkozy. Ini diakui sendiri oleh Sarkozy.

Pengakuan mengejutkan itu disampaikan Sarkozy kepada majalah Perancis, Le Point, Senin (2/2). "Saya setuju bahwa banyak hal penting yang dia (Bruni) sampaikan kepada saya. Pandangan-pandangannya memperluas wawasan dan pemikiran saya," kata Sarkozy.

Pengakuan itu muncul ketika pasangan yang banyak menyita perhatian publik itu merayakan ulang tahun pertama perkawinan mereka, Senin. Selain itu, pernyataan Sarkozy menarik karena muncul desas-desus Bruni terlalu mengintervensi keputusan politik suaminya.

Dalam beberapa hari terakhir, perempuan cantik yang pandangan politiknya kekiri-kirian itu menegaskan bahwa ia tetap melanjutkan kariernya sebagai penyanyi sambil mendukung tugas-tugas resmi suaminya. Pertengahan Januari lalu, Bruni dalam wawancara di televisi membantah ikut menentukan keputusan politik.

Pengaruhnya juga dikabarkan semakin besar atas sang suami, mulai dari memecat menteri hingga mendatangkan pelatih pribadi untuk mengencangkan perut Sarkozy. Ketika Menteri Kehakiman Rachida Dati mengungkapkan bahwa dia dipecat, banyak pihak berspekulasi itu hasil kerja Bruni.

Bruni juga diduga terlibat dalam membujuk Pemerintah Brasil agar memberikan suaka kepada seorang teroris Italia. Soal ini ia membantah. "Istri seorang presiden republik tidak akan mendatangi dan berbicara dengan presiden Brasil tentang sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan Perancis," katanya.

Meski begitu, ada tanda yang jelas bahwa pada Oktober 2008 ia memengaruhi keputusan untuk membebaskan satu teroris Italia lainnya. Ia berhasil meyakinkan Sarkozy membatalkan putusan pengadilan untuk mendeportasi Marina Petrella, aktivis Brigade Merah, dari Perancis ke Italia. Bersama saudara perempuannya, Valeria Bruni-Tedeschi, Bruni menyampaikan langsung keputusan itu kepada Petrella yang dirawat di rumah sakit. Tentu saja, sepak terjang Bruni ini membuat marah banyak warga Italia.

Dalam manuver lain, Sarkozy agaknya memanfaatkan Bruni untuk menyelamatkan diri. Itu terjadi ketika ia memerintahkan sang istri menemui pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama. Dengan begitu, Sarkozy terhindar dari kewajiban bertemu Dalai Lama yang bisa membuat berang China.

Maka, pantas jika banyak pihak menyebut Bruni sebagai "presiden di balik layar Perancis". (ap/afp/tel/sas)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau