PLN Jateng Sangkal Biaya Bank Pungli

Kompas.com - 03/02/2009, 21:09 WIB

SEMARANG, SELASA - Menanggapi aduan KP2KKN mengenai biaya bank, General Manager PT PLN Wilayah Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Ari Agus Salim mengatakan, biaya bank yang tertera di rekening pembayaran listrik diberlakukan jika pelanggan membayarnya di bank. "Jika pelanggan membayarnya di loket-loket PLN maka tidak akan dikenai biaya bank," ujar Ari, Selasa (3/2).

Besaran biaya bank tersebut, lanjut Ari, ditentukan oleh bank yang bersangkutan dan dipergunakan untuk biaya administrasi. Besarannya tidak hanya Rp 1.600, tetapi tergantung dari kebijakan bank yang bersangkutan. "Ada yag menetapkan lebih mahal dan ada yang lebih murah," ucap Ari.

Biaya administrasi yang dikenakan oleh pihak bank terhadap pelanggan PLN yang membayar rekening listrik di bank, Ari mencontohkannya seperti layaknya biaya adminstrasi untuk anjungan tunai mandiri. "Jadi, PLN tidak berhak menentukan besaran biaya bank tersebut," ucapnya.

Terhitung mulai November 2008 ini, Ari mengakui, PLN mengubah sistem pembayaran rekening listrik secara bertahap, yang tadinya dilakukan di loket-loket resmi yang ditunjuk PLN kemudian mul ai dilakukan di lembaga perbankan baik milik swasta maupun pemerintah, di antaranya, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank Bukopin, dan Bank Central Asia. "Kebijakan ini sudah diterapkan pada PLN wilayah distribusi Jawa-Bali," ucapnya.

Terkait tidak adanya sosialisasi terhadap pelanggan, Ari menyangkal hal tersebut. Dia menyebutkan, publikasi di media massa, selebaran pamflet, poster, dan berbagai media luar ruang sebagai wadah untuk menyosialisasikannya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau