MINGORA, PAKISTAN, RABU — Kelompok Taliban menculik 29 tentara paramiliter dan polisi, Rabu (4/2), kata polisi. Sementara gerilyawan itu meningkatkan serangan mereka terhadap pasukan pemerintah.
Situasi keamanan memburuk secara tajam di daerah-daerah barat laut di sepanjang perbatasan Afganistan serta Lembah Swat. Pasukan pemerintah berperang untuk membendung meluasnya pengaruh Taliban.
Dalam aksi kekerasan terbaru, para gerilyawan dan milisi menyerang satu kantor polisi di Desa Shamzoi, Lembah Swat, dan mendudukinya setelah mengepung selama 24 jam, kata pejabat senior intelijen polisi, Mohabat Khan.
"Mereka agaknya kehabisan amunisi setelah pengepungan selama sehari penuh," kata Khan tentang tentara Korps Perbatasan (FC) paramiliter dan polisi yang menjaga kantor itu.
"Para gerilyawan menculik 29 orang termasuk 23 personel FC dan enam polisi," katanya dan menambahkan para gerilyawan itu meledakkan kantor polisi itu sebelum mereka mundur.
Lembah Swat, hanya 130 kilometer barat laut ibu kota Islamabad. Selama bertahun-tahun merupakan daerah tujuan wisata utama.
Para gerilyawan menyusup lembah itu dari pangkalan-pangkalan Al Qaeda dan Taliban di perbatasan Afganistan dan mulai menyerang pasukan tahun 2007 ketika berusaha memberlakukan hukum Islam.
Penduduk mengatakan, para gerilyawan sesungguhnya menguasai seluruh lembah itu. Kenyataan itu menjadi ujian bagi pemerintah untuk mengekang perluasan kekuasaan Taliban.
Para pejabat militer mengatakan, pasukan keamanan mulai dikirim ke Shamzoi, Selasa, dalam usaha dan membantu mereka yang terkepung di kantor polisi, tetapi pasukan bantuan itu mendapat serangan dan empat tentara tewas.
Seorang juru bicara Taliban Pakistan, Muslim Khan, mengatakan, prajuritnya menculik 30 polisi dan tentara dalam serangan itu, dan para pemimpin Taliban akan memutuskan nasib mereka.
Pertempuran di lembah itu meningkat sejak panglima militer Jenderal Ashfaq Kayani mengunjungi daerah itu pekan lalu, yang berikrar akan menguasai kembali daerah itu.
Militer mengatakan, belasan gerilyawan tewas dalam hari-hari belakangan ini, dan penduduk mengatakan sekitar 40 warga sipil juga tewas, banyak di antara mereka akibat serangan udara dan darat oleh pasukan pemerintah yang ditujukan terhadap mereka.
Terperangkap pertempuran antara pasukan pemerintah dan para gerilyawan, puluhan ribu orang melarikan diri dari lembah itu.
Di tempat-tempat lain di barat laut, para gerilyawan menyerang truk-truk di sisi jalan dari kota Pesawar melalui Khyber Pass ke perbatasan Afganistan, membakar delapan peti kemas, kata para pejabat pemerintah distrik.
Jalan itu adalah rute utama bagi pasokan untuk pasukan Barat di Afganistan. Semua lalu lintas di sepanjang jalan itu terhenti, pada Selasa kemarin, setelah para gerilyawan meledakkan sebuah jembatan.
Peti-peti kemas yang hancur dekat kota Landi Kotala telah dibongkar di perbatasan Afganistan dan kosong, kata para pejabat.
Pasukan paramiliter akan berusaha untuk memulihkan lalu lintas melalui Khyber Pass dengan membersihkan satu rute di seberang sungai yang kering untuk menghindari jembatan yang hancur itu.