BOJONEGORO, KAMIS — Sedikitnya empat rumah warga Desa Lebaksari Kecamatan Baureno, Kamis (5/2) pukul 03.00 dini hari, hanyut tergerus air luapan Bengawan Solo. Rumah yang hanyut tersebut milik M Toha (65), Sarkasi (45), dan Jupri (54), sementara rumah Sukarsih bagian dapur saja yang hanyut.
Sehari sebelumnya, rumah warga di RT 5 tersebut ambles tergerus arus air Bengawan Solo. Pemilik tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya karena panik. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Bojonegoro Lukman Wafi menyatakan, korban yang rumahnya hanyut mendapat santunan Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Di kawasan itu ada lima rumah lagi yang terancam hanyut.
Lukman menyatakan, hingga saat ini banjir luapan Bengawan Solo masih menggenangi wilayah Bojonegoro Timur, seperti Kapas, Balen, Kanor, dan Baureno. Adapun di wilayah Bojonegoro barat dan kota sudah surut. "Aktivitas warga sudah berjalan normal dan kemungkinan mulai Kamis malam warga Ledok dan Jetak yang biasa mengungsi di Gedung Serbaguna sudah bisa kembali ke rumahnya," kata Lukman.
Lukman menyatakan, tidak ada wilayah yang benar-benar terisolasi karena masih bisa dijangkau dengan perahu. Memang jalur darat, seperti di Piyak, Bakalan, Cangakan, dan Simbatan Kanor, terendam air. Begitu pula wilayah Desa Tanggungan, Lebaksari, Kalisari, dan Desa Kadungrejo Kecamatan Kanor.
Namun, karena jalur darat terendam, waktu tempuh menjadi lebih lama dan biaya lebih mahal. Untuk ke Desa Lebaksari bisa ditempuh dengan sepeda motor hanya 10 menit, tetapi dengan perahu bisa lebih dari satu jam. Bila memakai sepeda motor hanya butuh bensin satu liter, naik perahu membayar Rp 50.000.
Selain itu, jembatan bambu sebagai alternatif menuju jalan raya terputus. Di Desa Lebaksari, sedikitnya 1.500 jiwa rumahnya terendam. Namun, karena genangan tidak terlalu tinggi, warga masih bisa tinggal di rumah. Lukman menyatakan, tindakan sosial pada Kamis (5/2) berupa pengobatan masyarakat di wilayah Bojonegoro Barat dan pengiriman sembako dan makanan siap saji di wilayah timur.
Menurut Lukman, luberan air luapan Bengawan Solo di Kanor tidak sampai melampaui tanggul yang ditinggikan dan diperkuat warga dan aparat gabungan TNI Polri dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Sejak air Bengawan Solo naik, hal itu sudah diantisipasi dengan memasang 25.000 karung plastik berisi tanah. "Alhamdulillah, banjir mulai surut sehingga 7.000 hektar tanaman padi siap panen bisa diselamatkan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang