Diterjang Banjir, Empat Rumah Warga Bojonegoro Hanyut

Kompas.com - 05/02/2009, 19:29 WIB

BOJONEGORO, KAMIS — Sedikitnya empat rumah warga Desa Lebaksari Kecamatan Baureno, Kamis (5/2) pukul 03.00 dini hari, hanyut tergerus air luapan Bengawan Solo. Rumah yang hanyut tersebut milik M Toha (65), Sarkasi (45), dan Jupri (54), sementara rumah Sukarsih bagian dapur saja yang hanyut.

Sehari sebelumnya, rumah warga di RT 5 tersebut ambles tergerus arus air Bengawan Solo. Pemilik tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya karena panik. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Bojonegoro Lukman Wafi menyatakan, korban yang rumahnya hanyut mendapat santunan Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Di kawasan itu ada lima rumah lagi yang terancam hanyut.

Lukman menyatakan, hingga saat ini banjir luapan Bengawan Solo masih menggenangi wilayah Bojonegoro Timur, seperti Kapas, Balen, Kanor, dan Baureno. Adapun di wilayah Bojonegoro barat dan kota sudah surut. "Aktivitas warga sudah berjalan normal dan kemungkinan mulai Kamis malam warga Ledok dan Jetak yang biasa mengungsi di Gedung Serbaguna sudah bisa kembali ke rumahnya," kata Lukman.

Lukman menyatakan, tidak ada wilayah yang benar-benar terisolasi karena masih bisa dijangkau dengan perahu. Memang jalur darat, seperti di Piyak, Bakalan, Cangakan, dan Simbatan Kanor, terendam air. Begitu pula wilayah Desa Tanggungan, Lebaksari, Kalisari, dan Desa Kadungrejo Kecamatan Kanor.

Namun, karena jalur darat terendam, waktu tempuh menjadi lebih lama dan biaya lebih mahal. Untuk ke Desa Lebaksari bisa ditempuh dengan sepeda motor hanya 10 menit, tetapi dengan perahu bisa lebih dari satu jam. Bila memakai sepeda motor hanya butuh bensin satu liter, naik perahu membayar Rp 50.000.

Selain itu, jembatan bambu sebagai alternatif menuju jalan raya terputus. Di Desa Lebaksari, sedikitnya 1.500 jiwa rumahnya terendam. Namun, karena genangan tidak terlalu tinggi, warga masih bisa tinggal di rumah. Lukman menyatakan, tindakan sosial pada Kamis (5/2) berupa pengobatan masyarakat di wilayah Bojonegoro Barat dan pengiriman sembako dan makanan siap saji di wilayah timur.

Menurut Lukman, luberan air luapan Bengawan Solo di Kanor tidak sampai melampaui tanggul yang ditinggikan dan diperkuat warga dan aparat gabungan TNI Polri dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Sejak air Bengawan Solo naik, hal itu sudah diantisipasi dengan memasang 25.000 karung plastik berisi tanah. "Alhamdulillah, banjir mulai surut sehingga 7.000 hektar tanaman padi siap panen bisa diselamatkan," katanya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau