JOMBANG, SENIN - Dua calon pasien pasien tabib cilik M. Ponari di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masing-masing bernama Muhtasor (56) dan Maruwi (57), Senin (9/2) tewas.
Korban bernama Muhtasor (56) asal Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, itu tewas sekitar pukul 13.00 setelah fisiknya tak kuat lagi usai mengantre dan berdesakan dengan puluhan ribu pasien lain selama dua hari terakhir. Sementara Maruwi (57) yang asal Dusun Ngrombot , Desa Kalangsemanding Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang tewas sekitar pukul 17.00 disebutkan polisi adalah seorang penjual kacang yang tewas sekitar dua kilometer dari lokasi praktik M. Ponari dan tidak sedang berada dalam antrean.
Sejumlah calon pasien asal Kediri yang turut membantu memindahkan Muhtasor dari barisan antrean memastikan korban sebelumnya jatuh pingsan di tengah antrean ribuan calon pasien. Setelah itu almarhum Muhtasor sempat dibawa ke kebun pisang tak jauh dari lokasi antrean dan berusaha disadarkan dengan segala cara.
Namun, keterangan resmi Wakil Kepala Kepolisian Resor Jombang Komisaris Deden Supriyatna Imhar menyebutkan Muhtasor tewas saat dalam posisi istirahat di rumah tetangga Ponari. "Lokasi pengobatan sudah kita tutup sejak pukul 12.30, korban tewas pada pukul 13.15 ketika tidak sedang mengantre," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang