Jalur Pantura Masih Terhambat

Kompas.com - 09/02/2009, 21:25 WIB

KENDAL, SENIN - Banjir di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, masih menghambat perjalanan kendaraan di jalur pantai utara, Senin (9/2). Banjir yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Blorong ini mengakibatkan antrean kendaraan sepanjang 10 kilometer.

Tersendatnya laju kendaraan disebabkan genangan air yang memutus jalur sepanjang sekitar 500 meter dari depan Markas Kepolisian Resor Kendal hingga alun-alun Kabupaten Kendal dan jalur ke arah Jalan Pemuda.

Hingga Senin sore, ketinggian air masih mencapai sekitar 80 sentimeter. Hal ini membuat kemacetan tidak bisa dihindari. Jaminto (26), pengemudi truk bermuatan keramik dari Surabaya, mengaku sudah terkena macet sejak pukul 06.00. Kalau tahu masih macet seperti ini, lebih baik saya mengganti rute, ucap pengemudi truk yang akan ke Kota Tegal ini.

Genangan tersebut berhasil dilewati sebagian besar kendaraan, seperti truk dan bus. Adapun kendaraan roda empat yang memaksa untuk melintas sering kali mogok.

Kendaraan roda dua yang mencoba melewati genangan baik dari arah Jakarta ataupun Semarang terpaksa menggunakan jasa gerobak angkut dengan tarif Rp 25.000-Rp 30.000. "Daripada sepeda motor saya rusak, lebih baik diangkut walau agak mahal," kata Puryanto (40), salah seorang pengguna jalan.

Sebelumnya, banjir di Kabupaten Kendal ini membuat jalur pantura lumpuh. Ketinggian air melebihi satu meter sehingga sama sekali tidak bisa dilewati oleh kendaraan.

Banjir ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Blorong di dua titik, yaitu di Kelurahan Candiroto, Kecamatan Kendal dan di Desa Cangkring, Kecamatan Brangsong.

Menurut Susilowati (31), warga Kelurahan Karangsari, Kendal, yang tinggal di pinggir jalur pantura, banjir ini merupakan yang terparah setelah tahun 2006 lalu. "Dulu banjirnya Cuma sampai di jalan saja, sekarang di dalam rumah saja bisa sepaha," ucapnya.

Untuk mengurai kemacetan, Kepala Kepolisian Resor Kendal Ajun Komisaris Besar Naufal Yahya mengaku, mencoba mengalihkan sebagian arus kendaraan ke arah Kelurahan Ketapang sehingga tidak melewati alun-alun Kabupaten Kendal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau