JOMBANG, RABU — Ribuan calon pasien tabib cilik M Ponari di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (11/2), masih terus berdatangan. Imbauan sejumlah polisi agar calon pasien meninggalkan lokasi pengobatan yang sudah ditutup sejak satu hari sebelumnya tidak banyak diindahkan.
Bahkan, pada sore hari, calon pasien yang sejak lebih dari tiga hari terakhir mengantre merangsek hingga ke batas pekarangan lokasi praktik Ponari. Kericuhan sempat terjadi sebelum akhirnya diredakan petugas dengan membolehkan mereka masuk untuk berobat.
Kapolres Jombang AKBP Muhammat Khosim mengaku, polisi tidak punya pilihan menghadapi calon pasien yang sudah kehilangan kesabaran itu.
Salah satu korban kasus salah tangkap di Jombang, Imam Hambali alias Kemat, pada hari itu juga terlihat mengantre. "Ya, saya sudah tahu sih kalau tempat ini katanya ditutup. Tapi ya datang saja, sekalian kepingin tahu," ujar Kemat yang bersama temannya mengaku ingin berobat.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Jombang AKBP Muhammat Khosim menyebutkan, pihaknya terus melakukan imbauan kepada calon pasien agar pulang mengingat praktik pengobatan yang sudah berhenti total.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang