SURABAYA, SELASA — Jenazah Mr X atau Asrori alias Aldo (21), warga Kalasemanding, Kecamatan Perak, Jombang, Selasa, akhirnya dimakamkan setelah hampir setengah tahun "disimpan" di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) H Samsoeri Mertojoso, Mapolda Jatim.
Jenazah yang diyakini sebagai korban ke-10 Verry Idham Henyansah alias Ryan itu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Putat Gede, Surabaya, sekitar pukul 10.30. "Proses pemakamam dilakukan oleh sepuluh angggota penyidik Satuan Pidana Umum (Pidum) Polda Jatim dalam waktu kurang dari 30 menit," kata Kepala Unit Jatanras Satuan Pidum Polda Jatim Kompol Wahju Harjanto, yang memimpin pemakaman Asrori.
Proses pemakaman itu berlangsung sederhana. Keluarga almarhum tidak menghadiri pemakaman ini. Hanya nisan putih yang dicat tulisan nama Asrori.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Dra Pudji Astuti MM, penyidik Polda Jatim akhirnya memakamkan jenazah Asrori karena keluarganya tetap tidak mau mengakui kendati sudah ada bukti dari hasil uji DNA. "Kami sudah berupaya maksimal untuk menjelaskan kepada keluarganya, tapi sampai saat ini tetap enggak diakui. Karena itu akhirnya kami makamkan di TPU karena memang enggak mungkin disimpan terus," katanya.
Terkuaknya Asrori melalui uji DNA pada 27 Agustus 2008 telah melengkapi identitas 10 korban pembunuhan di belakang rumah orangtua Ryan di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jatim. Mereka adalah Ariel Somba Sitanggang (Jakarta), Vincentius Yudhi Priono (Wonogiri, Jateng), Guruh Setio Pramono (Nganjuk, Jatim), Graddy (Manado), Agustinus alias Wawan (28), Muhammad Akhsoni alias Soni (29), Zainal Abidin alias Jeki (21), Nanik Hidayati (23), dan anaknya Silvia Ramadani Putri (3), dan Mr X yang ternyata Asrori asal Jombang.
Satu-satunya korban Ryan yang "dihabisi" di Jakarta adalah Heri Santoso yang dimutilasi menjadi tujuh potongan di Depok, lalu dibuang di Jl Kebagusan, Jakarta.